CONTACT PERSON
Formulir Kontak
Kategori Produk
- ARTIKEL SEPUTAR MATA (25)
- SOFTLENS (4)
Label
Kategori Produk :
BANTU LIKE DAN SHARE YA SOB
Label:
ARTIKEL SEPUTAR MATA
DETAIL
ORDER
Label:
ARTIKEL SEPUTAR MATA
DETAIL
ORDER
Bismillahirohmanirrohim.
Kali
ini saya akan berbagi artikel tentang kelainan penglihatan yaitu
Ambliopia. Apakah Ambliopia itu? . Mungkin sebagian dari kita masih
asing mendengar istilah kelainan mata tersebut. Ambliopia adalah gangguan mata berupa penurunan tajam penglihatan akibat
adanya gangguan perkembangan penglihatan selama masa kanak-kanak. Keadaan ini
juga dikenal dengan istilah lazy eye atau “mata malas”.Bila salah satu
mata memiliki tajam penglihatan yang baik sedangkan mata yang lainnya tidak,
maka mata dengan tajam penglihatan yang lebih buruk akan mengalami ambliopia.
Umumnya hanya satu mata yang mengalami ambliopia, namun tidak menutup
kemungkinan gangguan ini bisa terjadi pada dua mata sekaligus.
Ambliopia sering ditemukan dan dapat mengenai 2 hingga 3 orang dari 100
pasien. Masa terapi ambliopia yang paling baik adalah selama masa bayi dan awal
masa anak-anak.
Bagaimana perkembangan penglihatan yang baik?
Bayi yang baru lahir sudah memiliki kemampuan untuk melihat dan selama
beberapa tahun awal masa anak-anak sistem penglihatan ini berkembang dengan
pesat seiring dengan peningkatan tajam penglihatan.
Jika seorang anak tidak mampu menggunakan matanya dengan normal, maka tajam
penglihatannya pun tidak berkembang dengan baik dan bahkan mengalami penurunan.
Dalam kurun waktu 9 tahun awal kehidupan, sistem penglihatan telah berkembang
secara maksimal dan umumnya tidak dapat dirubah lagi.
Dengan demikian, perkembangan penglihatan pada kedua mata sangatlah penting
untuk mencapai tajam penglihatan yang normal. Seseorang yang menderita
ambliopia pada salah satu matanya kemungkinan mengalami dua kali kehilangan
penglihatan pada mata sebelahnya karena trauma.
Jika pada suatu masa, tajam penglihatan pada salah satu mata memburuk
akibat kecelakaan atau penyakit, maka sangatlah penting agar mata sebelahnya
memiliki tajam penglihatan yang normal. Oleh sebab itu, ambliopia harus
dideteksi dan diterapi sedini mungkin.
Kapan sebaiknya ambliopia dideteksi?
Sangat dianjurkan agar semua anak-anak diperiksa tajam penglihatannya oleh dokter
anak, dokter keluarga atau dokter spesialis mata sebelum berusia 4 tahun. Bila
anak mengalami gangguan penglihatan, dokter anak atau dokter keluarga akan
merujuk anak tersebut ke dokter spesialis mata.
Jika ada riwayat keluarga yang menderita strabismus, katarak
kongenital atau penyakit mata lainnya, maka dokter mata harus memeriksa anak
tersebut sejak bayi.
Kaca mata pada bayi
|
Seorang anak yang melakukan Patching
|
Apa penyebab terjadinya ambliopia?
Ambliopia disebabkan oleh berbagai macam kondisi yang mempengaruhi
perkembangan penglihatan. Umumnya kondisi ini bersifat diturunkan. Ada 3
penyebab utama ambliopia, yaitu:
- Strabismus (Juling)
Ambliopia umumnya muncul pada mata yang mengalami strabismus (juling). Mata juling terjadi untuk menghindari penglihatan ganda (double) oleh anak tersebut. Anak juga biasanya lebih senang memakai mata sebelahnya dengan tajam penglihatan yang lebih baik. Mata yang juling adalah mata dengan tajam penglihatan yang lebih buruk. - Kelainan refraksi yang tidak seimbang antar kedua mata
Kelainan tajam penglihatan bisa diatasi dengan kaca mata. Namun, ambliopia
bisa muncul bila salah satu mata tidak fokus oleh karena ukuran minus, plus,
atau silinder yang lebih besar bila dibandingkan dengan mata sebelahnya.
- Ambliopia juga bisa muncul pada dua mata sekaligus bila tajam penglihatan pada kedua mata sangat buruk. Keadaan ini muncul pada penderita minus, plus atau silinder tinggi.
- Kekeruhan pada jaringan mata yang normalnya jernih Katarak (kekeruhan pada lensa mata) dapat menimbulkan ambliopia. Setiap kondisi yang mencegah masuknya bayangan objek ke dalam mata bisa menyebabkan ambliopia. Keadaan ini adalah penyebab ambliopia yang paling buruk.
Bagaimana mendiagnosa ambliopia?
Mendiagnosa ambliopia tidaklah mudah. Seorang anak mungkin tidak menyadari
memiliki mata yang lebih lemah atau mata yang lebih tajam penglihatannya. Orang
tua umumnya juga tidak menyadari adanya kelainan mata pada anaknya, kecuali
juling atau tampak kelainan mata lain pada anaknya.
Ambliopia dapat dideteksi dengan menemukan perbedaan tajam penglihatan antara kedua mata atau ditemukan tajam penglihatan yang sangat buruk pada kedua mata. Karena memeriksa tajam penglihatan pada anak-anak yang lebih kecil sangat sulit, dokter mata dapat menilai tajam penglihatan anak-anak ini dengan melihat reaksi bayi mengikuti suatu benda. Pemeriksaan dilakukan pada masing-masing mata yang ditutup secara bergantian (patch).
Jika salah satu mata ambliopia dan mata yang tajam baik ditutup, maka bayi akan memberikan reaksi berupa mengintip dari balik patch, berusaha membuka patch, atau menangis.
Tajam penglihatan yang lebih buruk pada salah satu mata tidak selalu berarti anak menderita ambliopia. Seringkali, tajam penglihatan ini masih bisa diatasi dengan memberikan kacamata pada anak tersebut.
Dokter mata juga akan memeriksa mata anak secara seksama untuk melihat kelainan mata lain yang menurunkan tajam penglihatannya.
Contoh kelainan mata ini adalah:
Ambliopia dapat dideteksi dengan menemukan perbedaan tajam penglihatan antara kedua mata atau ditemukan tajam penglihatan yang sangat buruk pada kedua mata. Karena memeriksa tajam penglihatan pada anak-anak yang lebih kecil sangat sulit, dokter mata dapat menilai tajam penglihatan anak-anak ini dengan melihat reaksi bayi mengikuti suatu benda. Pemeriksaan dilakukan pada masing-masing mata yang ditutup secara bergantian (patch).
Jika salah satu mata ambliopia dan mata yang tajam baik ditutup, maka bayi akan memberikan reaksi berupa mengintip dari balik patch, berusaha membuka patch, atau menangis.
Tajam penglihatan yang lebih buruk pada salah satu mata tidak selalu berarti anak menderita ambliopia. Seringkali, tajam penglihatan ini masih bisa diatasi dengan memberikan kacamata pada anak tersebut.
Dokter mata juga akan memeriksa mata anak secara seksama untuk melihat kelainan mata lain yang menurunkan tajam penglihatannya.
Contoh kelainan mata ini adalah:
- Katarak
- Inflamasi
- Tumor
- Kelainan bagian dalam mata (retina, saraf mata, dll)
Demikian penjelasan seputar kelainan mata Ambliopia, semoga bermanfaat. Aamiin. SO
Sumber JEC
Label:
ARTIKEL SEPUTAR MATA
DETAIL
ORDER
Label:
ARTIKEL SEPUTAR MATA
DETAIL
ORDER
Ambliopia adalah gangguan mata berupa
penurunan tajam penglihatan akibat adanya gangguan perkembangan
penglihatan selama masa kanak-kanak. Keadaan ini juga dikenal dengan
istilah lazy eye atau “mata malas”.Bila
salah satu mata memiliki tajam penglihatan yang baik sedangkan mata
yang lainnya tidak, maka mata dengan tajam penglihatan yang lebih buruk
akan mengalami ambliopia. Umumnya hanya satu mata yang mengalami
ambliopia, namun tidak menutup kemungkinan gangguan ini bisa terjadi
pada dua mata sekaligus.
Ambliopia sering ditemukan dan dapat
mengenai 2 hingga 3 orang dari 100 pasien. Masa terapi ambliopia yang
paling baik adalah selama masa bayi dan awal masa anak-anak.
Bayi yang baru lahir sudah memiliki kemampuan untuk melihat dan selama beberapa tahun awal masa anak-anak sistem penglihatan ini berkembang dengan pesat seiring dengan peningkatan tajam penglihatan.
Jika seorang anak tidak mampu menggunakan matanya dengan normal, maka tajam penglihatannya pun tidak berkembang dengan baik dan bahkan mengalami penurunan. Dalam kurun waktu 9 tahun awal kehidupan, sistem penglihatan telah berkembang secara maksimal dan umumnya tidak dapat dirubah lagi.
Dengan demikian, perkembangan penglihatan pada kedua mata sangatlah penting untuk mencapai tajam penglihatan yang normal. Seseorang yang menderita ambliopia pada salah satu matanya kemungkinan mengalami dua kali kehilangan penglihatan pada mata sebelahnya karena trauma.
Jika pada suatu masa, tajam penglihatan pada salah satu mata memburuk akibat kecelakaan atau penyakit, maka sangatlah penting agar mata sebelahnya memiliki tajam penglihatan yang normal. Oleh sebab itu, ambliopia harus dideteksi dan diterapi sedini mungkin.
Sangat dianjurkan agar semua anak-anak diperiksa tajam penglihatannya oleh dokter anak, dokter keluarga atau dokter spesialis mata sebelum berusia 4 tahun. Bila anak mengalami gangguan penglihatan, dokter anak atau dokter keluarga akan merujuk anak tersebut ke dokter spesialis mata.
Jika ada riwayat keluarga yang menderita strabismus, katarak kongenital atau penyakit mata lainnya, maka dokter mata harus memeriksa anak tersebut sejak bayi.
Kaca mata pada bayi
|
Seorang anak yang melakukan Patching
|
Ambliopia disebabkan oleh berbagai macam kondisi yang mempengaruhi perkembangan penglihatan. Umumnya kondisi ini bersifat diturunkan. Ada 3 penyebab utama ambliopia, yaitu:
- Strabismus (Juling)
Ambliopia umumnya muncul pada mata yang mengalami strabismus (juling). Mata juling terjadi untuk menghindari penglihatan ganda (double) oleh anak tersebut. Anak juga biasanya lebih senang memakai mata sebelahnya dengan tajam penglihatan yang lebih baik. Mata yang juling adalah mata dengan tajam penglihatan yang lebih buruk. - Kelainan refraksi yang tidak seimbang antar kedua mata
- Ambliopia juga bisa muncul pada dua mata sekaligus bila tajam penglihatan pada kedua mata sangat buruk. Keadaan ini muncul pada penderita minus, plus atau silinder tinggi.
- Kekeruhan pada jaringan mata yang normalnya jernih Katarak (kekeruhan pada lensa mata) dapat menimbulkan ambliopia. Setiap kondisi yang mencegah masuknya bayangan objek ke dalam mata bisa menyebabkan ambliopia. Keadaan ini adalah penyebab ambliopia yang paling buruk.
Mendiagnosa ambliopia tidaklah mudah. Seorang anak mungkin tidak menyadari memiliki mata yang lebih lemah atau mata yang lebih tajam penglihatannya. Orang tua umumnya juga tidak menyadari adanya kelainan mata pada anaknya, kecuali juling atau tampak kelainan mata lain pada anaknya.
Ambliopia dapat dideteksi dengan menemukan perbedaan tajam penglihatan antara kedua mata atau ditemukan tajam penglihatan yang sangat buruk pada kedua mata. Karena memeriksa tajam penglihatan pada anak-anak yang lebih kecil sangat sulit, dokter mata dapat menilai tajam penglihatan anak-anak ini dengan melihat reaksi bayi mengikuti suatu benda. Pemeriksaan dilakukan pada masing-masing mata yang ditutup secara bergantian (patch).
Jika salah satu mata ambliopia dan mata yang tajam baik ditutup, maka bayi akan memberikan reaksi berupa mengintip dari balik patch, berusaha membuka patch, atau menangis.
Tajam penglihatan yang lebih buruk pada salah satu mata tidak selalu berarti anak menderita ambliopia. Seringkali, tajam penglihatan ini masih bisa diatasi dengan memberikan kacamata pada anak tersebut.
Dokter mata juga akan memeriksa mata anak secara seksama untuk melihat kelainan mata lain yang menurunkan tajam penglihatannya.
Contoh kelainan mata ini adalah:
- Katarak
- Inflamasi
- Tumor
- Kelainan bagian dalam mata (retina, saraf mata, dll)
Label:
ARTIKEL SEPUTAR MATA
DETAIL
ORDER
Katarak sangat umum. Katarak mempengaruhi
sekitar 15 juta orang dan bertanggung jawab untuk hampir setengah dari
semua kasus kebutaan di seluruh dunia.
Katarak terjadi bila lensa mata menjadi
keruh atau buram. Hal ini terjadi secara bertahap, karena protein dalam
lensa menjadi teroksidasi. Dokter tidak tahu persis mengapa hal ini
terjadi, tetapi mereka percaya bahwa kombinasi dari faktor lingkungan
(seperti racun dan paparan sinar matahari) dan faktor genetik terlibat.
Katarak dapat terjadi di daerah tertentu
atau seluruh lensa. Proses ini biasanya terjadi sangat lambat selama
tahunan atau puluhan tahun, dan biasanya mempengaruhi kedua mata.
Katarak tidak menyakitkan. Gejala yang
paling umum adalah kehilangan penglihatan, penglihatan kabur, atau
penglihatan ganda. Secara umum, penglihatan jarak jauh hilang terlebih
dahulu sebelum penglihatan jarak dekat. Beberapa pasien mengatakan bahwa
mereka melihat efek halo di sekitar lampu. Lainnya mengalami cahaya
silau yang berlebihan selama mengemudi malam hari dan dalam cahaya
terang, terutama sinar matahari.
Faktor Risiko
Meskipun penyebab pasti dari katarak
tidak diketahui, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko
pembentukan katarak. Ini termasuk:
- Merokok: Dokter percaya bahwa setidaknya 20 persen dari katarak di Amerika Serikat terjadi karena merokok.
- Pertambahan usia: Sebagian besar katarak terjadi pada individu lebih dari 60.
- Riwayat keluarga katarak
- Diabetes melitus
- Kolesterol tinggi
- Obesitas
- Penggunaan alkohol berlebihan
- Paparan sinar matahari yang berlebihan
Diagnosa
Katarak harus dicurigai pada setiap
individu dengan penglihatan Yang hilang secara perlahan, tanpa rasa
sakit. Dengan menggunakan mikroskop, dokter mata dapat langsung
mengamati daerah lensa yang berawan.
Pengobatan
Pertama, karena merokok dan obesitas
meningkatkan risiko katarak, penting untuk menghindari merokok dan
menjaga berat badan yang sehat.
Pembedahan adalah penatalaksanaan pasti.
Setelah katarak terjadi dan hilangnya penglihatan menjadi cukup
signifikan untuk mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari, operasi
biasanya diperlukan.
Sebelum operasi, penting untuk memastikan
bahwa tekanan darah dan gula darah berada di bawah kontrol. Jika Anda
menum obat, diskusikan dengan dokter Anda apakah Anda harus melanjutkan
minum obat pada hari-hari menjelang operasi.
Operasi katarak adalah, relatif
sederhana, prosedur berisiko rendah dengan tingkat keberhasilan sangat
tinggi. Dibutuhkan hanya beberapa jam dan pasien tidak perlu dirawat di
rumah sakit. Dokter bedah akan menghapus lensa keruh dan menggantinya
dengan lensa yang jernih.
Setelah itu, individu dapat melanjutkan
aktivitas normalnya dengan segera, termasuk membaca dan menonton
televisi. Kebanyakan orang telah secara signifikan mengalami penglihatan
yang membaik. Dalam beberapa kasus, pasien akan diminta untuk
menghindari mengemudi selama beberapa hari atau sampai mata sembuh
secukupnya.
Pola Makan untuk Mencegah Katarak
Ada banyak cara sederhana untuk mengurangi risiko katarak dengan membuat perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari:
Pola makan kaya antioksidan:
Karena pembentukan katarak berhubungan dengan oksidasi, mengkonsumsi
banyak lebih buah dan sayuran yang kaya antioksidan dapat membantu
mencegah katarak.
Sayuran yang mengandung karotenoid yang
tinggi sangat penting. Secara khusus, sayuran hijau, seperti bayam,
brokoli, kangkung, sawi, sawi, dan lobak adalah sumber utama antioksidan
lutein karotenoid, yang ada pada lensa mata.
Vitamin C dan E juga tampaknya penting
dalam mencegah pembentukan dan perkembangan katarak. Sumber vitamin C
termasuk buah jeruk, paprika, buah-buahan tropis, melon, stroberi, kiwi,
sayuran, tomat, kentang, dan ubi jalar. Sumber vitamin E antara lain
wheat germ, bayam matang, susu kedelai, berbagai jenis kacang-kacangan,
biji bunga matahari, mangga, dan zaitun, kacang tanah, dan minyak sayur.
Hal yang bijaksana untuk mengambil
multivitamin harian. Namun, suplemen vitamin tidak menggantikan diet
sehat dengan banyak buah dan sayuran.
Pertahankan tingkat kolesterol yang sehat:
Studi menunjukkan bahwa tingkat tinggi kolesterol dan trigliserida
mengakibatkan peningkatan risiko katarak. Juga, rendahnya tingkat high
density lipoprotein (HDL, atau ” kolesterol baik”), dapat meningkatkan
risiko katarak.
Cara terbaik untuk menurunkan kolesterol
adalah dengan menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh, seperti
daging dan produk susu, dan lemak trans, seperti kue-kue makanan ringan
dan makanan yang digoreng untuk komersial.
Pengurangan asupan lemak:
Studi menunjukkan bahwa diet lemak meningkatkan risiko katarak sekitar
10 persen. Seperti disebutkan di atas, lemak yang paling penting untuk
dihindari adalah lemak jenuh dan lemak trans.
Hindari produk susu:
Penelitian menunjukkan bahwa beberapa orang mendapatkan manfaat dari
menghindari produk susu. Masalahnya, setidaknya secara teoritis, adalah
bahwa laktosa dalam produk susu pecah selama pencernaan untuk melepaskan
gula yang lebih kecil, yang disebut galaktosa, yang dapat masuk ke
dalam lensa. Individu yang terutama rentan adalah individu dengan
penyakit yang disebut defisiensi galaktokinase. Produk-produk susu harus
dihindari pada individu-individu ini karena mereka memberikan
kontribusi terhadap mayoritas galaktosa. Selain itu, produk susu
merupakan sumber yang tinggi lemak dan lemak jenuh, yang diketahui
meningkatkan kadar kolesterol.
Menghindari penggunaan alkohol yang berlebihan:
Orang yang minum lebih dari dua gelas per minggu dari setiap jenis(bir,
anggur, atau sulingan) memiliki risiko lebih besar dari 10 persen
terkena beberapa jenis katarak.
Pertahankan berat badan yang sehat:
Studi menunjukkan bahwa penderita obesitas memiliki risiko lebih besar
dari 30 persen terkena katarak dibandingkan dengan individu dengan berat
badan yang sehat. SEMOGA BERMANFAAT .SO
Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi link Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) berikut ini :
http://www.nutritionmd.org/consumers/eye_ear_nose_throat/cataract_nutrition.html
Label:
ARTIKEL SEPUTAR MATA
DETAIL
ORDER
Kita terkadang sering lupa untuk merawat kesehatan mata. Padahal mata
termasuk dalam lima indera terpenting dalam tubuh manusia. Tanpa mata,
kita tidak bisa melihat keindahan dunia dan wajah orang-orang terdekat
kita. Untuk memastikan mata tetap sehat seiring dengan bertambahnya
usia, berikut adalah sepuluh cara merawat kesehatan mata, seperti
dilansir Ehow.
1. Makan banyak buah-buahan dan sayuran
Wortel sarat akan beta karoten yang sangat membantu dalam menjaga kesehatan mata. Itu dikarenakan beta karoten merupakan antioksidan yang dapat mengurangi risiko degenerasi makula.
2. Hindari memakai lensa kontak selama lebih dari 19 jam
Hal ini dapat menyebabkan kerusakan mata permanen serta ketidaknyamanan pada mata Anda. Jangan pula memakai kacamata terlalu lama.
3. Kurangi penggunaan tetes mata
Mengurangi pemakaian obat tetes mata. Menggunakan tetes mata untuk mengatasi mata merah boleh saja, namun hanya sesekali. Jika berlebihan, itu malah akan merusak kesehatan mata Anda.
4. Gunakan mentimun
Gunakan mentimun untuk mengompres kelopak mata Anda. Taruh irisan mentimun yang dingin dan lembut di atas kelopak mata selama 10 menit sebelum tidur di malam hari untuk mencegah bengkak.
5. Pakailah kacamata hitam pelindung UV
Gunakan lensa yang terpolarisasi, bukan hanya sekadar lensa yang gelap. Kacamata hitam pelindung UV diperlukan untuk melawan paparan dari sinar matahari.
6. Hindari duduk terlalu lama di depan komputer
Untuk menjaga kesehatan mata, cobalah untuk tidak menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar komputer. Hal itu dapat membuat mata lelah.
7. Kenakan kacamata di saat yang tepat
Pastikan untuk memakai kacamata atau memakai pelindung mata lainnya ketika bekerja di sekitar bahan kimia atau tempat dengan partikulat udara yang berbahaya.
8. Jangan membaca dalam cahaya redup
Untuk menjaga kesehatan mata, hindari membaca dalam cahaya lampu yang redup yang bisa menyebabkan ketegangan mata. Jika mata terasa lelah, berhenti untuk sementara waktu dan beristirahat.
9. Jangan langsung melihat cahaya yang terlalu terang
Jangan langsung melihat cahaya yang terlalu terang. Jangan fokuskan mata Anda pada sinar matahari, karena dapat merusak mata Anda.
10. Melatih mata dan membuatnya untuk bersantai
Cobalah memfokuskan mata pada suatu obyek yang dekat dengan Anda, sebuah obyek yang agak jauh. Ulangi proses ini beberapa kali.
Duduklah, tempatkan siku di pinggul, tutup mata dan tutup mata dengan telapak tangan Anda. Jauhkan telapak tangan yang menutupi mata Anda selama 10 detik. Buka mata Anda dan ulangi seperlunya.
Inilah sepuluh cara untuk menjaga kesehatan mata. Ingat, lebih baik mencegah daripada mengobati. Rawatlah mata Anda karena tanpa itu Anda tidak akan bisa melihat indahnya dunia. semoga bermanfaat.SO
sumber Merdeka.com.
1. Makan banyak buah-buahan dan sayuran
Wortel sarat akan beta karoten yang sangat membantu dalam menjaga kesehatan mata. Itu dikarenakan beta karoten merupakan antioksidan yang dapat mengurangi risiko degenerasi makula.
2. Hindari memakai lensa kontak selama lebih dari 19 jam
Hal ini dapat menyebabkan kerusakan mata permanen serta ketidaknyamanan pada mata Anda. Jangan pula memakai kacamata terlalu lama.
3. Kurangi penggunaan tetes mata
Mengurangi pemakaian obat tetes mata. Menggunakan tetes mata untuk mengatasi mata merah boleh saja, namun hanya sesekali. Jika berlebihan, itu malah akan merusak kesehatan mata Anda.
4. Gunakan mentimun
Gunakan mentimun untuk mengompres kelopak mata Anda. Taruh irisan mentimun yang dingin dan lembut di atas kelopak mata selama 10 menit sebelum tidur di malam hari untuk mencegah bengkak.
5. Pakailah kacamata hitam pelindung UV
Gunakan lensa yang terpolarisasi, bukan hanya sekadar lensa yang gelap. Kacamata hitam pelindung UV diperlukan untuk melawan paparan dari sinar matahari.
6. Hindari duduk terlalu lama di depan komputer
Untuk menjaga kesehatan mata, cobalah untuk tidak menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar komputer. Hal itu dapat membuat mata lelah.
7. Kenakan kacamata di saat yang tepat
Pastikan untuk memakai kacamata atau memakai pelindung mata lainnya ketika bekerja di sekitar bahan kimia atau tempat dengan partikulat udara yang berbahaya.
8. Jangan membaca dalam cahaya redup
Untuk menjaga kesehatan mata, hindari membaca dalam cahaya lampu yang redup yang bisa menyebabkan ketegangan mata. Jika mata terasa lelah, berhenti untuk sementara waktu dan beristirahat.
9. Jangan langsung melihat cahaya yang terlalu terang
Jangan langsung melihat cahaya yang terlalu terang. Jangan fokuskan mata Anda pada sinar matahari, karena dapat merusak mata Anda.
10. Melatih mata dan membuatnya untuk bersantai
Cobalah memfokuskan mata pada suatu obyek yang dekat dengan Anda, sebuah obyek yang agak jauh. Ulangi proses ini beberapa kali.
Duduklah, tempatkan siku di pinggul, tutup mata dan tutup mata dengan telapak tangan Anda. Jauhkan telapak tangan yang menutupi mata Anda selama 10 detik. Buka mata Anda dan ulangi seperlunya.
Inilah sepuluh cara untuk menjaga kesehatan mata. Ingat, lebih baik mencegah daripada mengobati. Rawatlah mata Anda karena tanpa itu Anda tidak akan bisa melihat indahnya dunia. semoga bermanfaat.SO
sumber Merdeka.com.
Label:
ARTIKEL SEPUTAR MATA
DETAIL
ORDER
Kacamata merupakan salah satu penemuan terpenting dalam sejarah
kehidupan umat manusia. Setiap peradaban mengklaim sebagai penemu
kacamata. Akibatnya, asal-
usul kacamata pun cenderung tak jelas dari
mana dan kapan ditemukan.
Lutfallah Gari, seorang peneliti sejarah sains dan teknologi Islam
dari Arab Saudi mencoba menelusuri rahasia penemuan kacamata secara
mendalam. Ia mencoba membedah sejumlah sumber asli dan meneliti
literatur tambahan.
Investigasi yang dilakukannya itu membuahkan sebuah titik terang. Ia menemukan fakta bahwa peradaban Muslim di era keemasan memiliki peran penting dalam menemukan alat bantu baca dan lihat itu.
Lewat tulisannya bertajuk The Invention of Spectacles between the
East and the West, Lutfallah mengungkapkan, peradaban Barat kerap
mengklaim sebegai penemu kacamata. Padahal, jauh sebelum masyarakat
Barat mengenal kacamata, peradaban Islam telah menemukannya. Menurut
dia, dunia Barat telah membuat sejarah penemuan kacamata yang
kenyataannya hanyalah sebuah mitos dan kebohongan belaka.
”Mereka sengaja membuat sejarah bahwa kacamata itu muncul saat Etnosentrisme,” papar Lutfallah.
Menurut dia, sebelum peradaban manusia mengenal kacamata, para
ilmuwan tdari berbagai peradaban telah menemukan lensa. Hal itu
dibuktikan dengan ditemukannya kaca.
Lensa juga dikenal pada beberapa peradaban seperti Romawi, Yunani,
Hellenistik dan Islam. Berdasarkan bukti yang ada, lensa-lensa pada saat
itu tidak digunakan untuk magnification (perbesaran), tapi untuk
pembakaran. Caranya dengan memusatkan cahaya matahari pada fokus
lensa/titik api lensa.
Oleh karena itu, mereka menyebutnya dengan nama umum “pembakaran
kaca/burning mirrors”. ”Hal ini juga tercantum dalam beberapa literatur
yang dikarang sarjana Muslim pada era peradaban Islam,” tutur
Lutfallah. Menurut dia, fisikawan Muslim legendaris, Ibnu al-Haitham
(965 M-1039 M), dalam karyanya bertajuk Kitab al-Manazir (tentang optik)
telah mempelajarai masalah perbesaran benda dan pembiasan cahaya.
Ibnu al-Haitam mempelajari pembiasan cahaya melewati sebuah permukaan
tanpa warna seperti kaca, udara dan air. “Bentuk-bentuk benda yang
terlihat tampak menyimpang ketika terus melihat benda tanpa warna”. Ini
merupakan bentuk permukaan seharusnya benda tanpa warna,” tutur
al-Haitham seperti dikutip Lutfallah.
Inilah salah satu fakta yang menunjukkan betapa ilmuwan Muslim Arab
pada abadke-11 itu telah mengenali kekayaan perbesaran gambar melalui
permukaan tanpa warna. Namun, al-Haitham belum mengetahui aplikasi
yang penting dalam fenomena ini. Buah pikir yang dicetuskan Ibnu
al-Haitham itu merupakan hal yang paling pertama dalam bidang lensa.
Paling tidak, peradaban Islam telah mengenal dan menemukan lensa
lebih awal tiga ratus tahun dibandingkan Masyarakat Eropa. Menurut
Lutfallah, penemuan kacamata dalam peradaban Islam terungkap dalam
puisi-puisi karya Ibnu al-Hamdis (1055 M- 1133 M). Dia menulis sebuah
syair yang menggambarkan tentang kacamata. Syair itu ditulis sekitar200
tahun, sebelum masyarakat Barat menemukan kacamata. Ibnu al-Hamdis
menggambarkan kacamata lewat syairnya antara lain sebagai berikut:
”Benda bening menunjukkan tulisan dalam sebuah buku untuk mata, benda
bening seperti air, tapi benda ini merupakan batu. Benda itu
meninggalkan bekas kebasahan di pipi, basah seperti sebuah gambar sungai
yang terbentuk dari keringatnya,” tutur al-Hamdis.
Al-Hamdis melanjutkan, ”Ini seperti seorang yang manusia yang pintar,
yang menerjemahkan sebuah sandi-sandi kamera yang sulit diterjemahkan.
Ini juga sebuah pengobatan yang baik bagi orang tua yang lemah
penglihatannya, dan orang tua menulis kecil dalam mata mereka.”
Syair al-Hamids itu telah mematahkan klaim peradaban Barat sebagai penemu kacamata pertama.
Pada puisi ketiga, penyair Muslim legendaris itu mengatakan, “Benda
ini tembus cahaya (kaca) untuk mata dan menunjukkan tulisan dalam buku,
tapi ini batang tubuhnya terbuat dari batu (rock)”.
Selanjutnya dalam dua puisi, al-Hamids menyebutkan bahwa kacamata
merupakan alat pengobatan yang terbaik bagi orang tua yang menderita
cacat/memiliki penglihatan yang lemah. Dengan menggunakan kacamata,
papar al-Hamdis, seseorang akan melihat garis pembesaran.
Dalam puisi keempatnya, al-Hamdis mencoba menjelaskan dan
menggambarkan kacamata sebagai berikut: “Ini akan meninggalkan tanda di
pipi, seperti sebuah sungai”. Menurut penelitian Lutfallah, penggunaan
kacamata mulai meluas di dunia Islam pada abad ke-13 M. Fakta itu
terungkap dalam lukisan, buku sejarah, kaligrafi dan syair.
Dalam salah satu syairnya, Ahmad al-Attar al-Masri telah menyebutkan
kacamata. “Usia ua datang setelah muda, saya pernah mempunyai
penglihatan yang kuat, dan sekarang mata saya terbuat dari kaca.”
Sementara itu,sSejarawan al-Sakhawi, mengungkapkan, tentang seorang
kaligrafer Sharaf Ibnu Amir al-Mardini (wafat tahun 1447 M). “Dia
meninggal pada usia melewati 100 tahun; dia pernah memiliki pikiran
sehat dan dia melanjutkan menulis tanpa cermin/kaca. “Sebuah cermin
disini rupanya seperti lensa,” papar al-Sakhawi.
Fakta lain yang mampu membuktikan bahwa peradaban Islam telah lebih
dulu menemukan kacamata adalah pencapaian dokter Muslim dalam
ophtalmologi, ilmu tentang mata. Dalam karanya tentang ophtalmologi,
Julius Hirschberg , menyebutkan, dokter spesialis mata Muslim tak
menyebutkan kacamata. ”Namun itu tak berarti bahwa peradaban Islam tak
mengenal kacamata,” tegas Lutfallah. desy susilawati
Eropa dan Penemuan Kacamata
Roger Bacon
Pada abad ke-13 M, sarjana Inggris, Roger Bacon (1214 M – 1294 M),
menulis tentang kaca pembesar dan menjelaskan bagaimana membesarkan
benda menggunakan sepotong kaca. “Untuk alasan ini, alat-alat ini sangat
bermanfaat untuk orang-orang tua dan orang-orang yang memiliki
kelamahan pada penglihatan, alat ini disediakan untuk mereka agar bisa
melihat benda yang kecil, jika itu cukup diperbesar,” jelas Roger Bacon.
Beberapa sejarawan ilmu pengetahuan menyebutkan Bacon telah
mengadopsi ilmu pengetahuannya dari ilmuwan Muslim, Ibnu al-Haitam.
Bacon terpengaruh dengan kitab yang ditulis al-Haitham berjudul Ktab
al-Manazir Kitab tentang Optik. Kitab karya al-Haitham itu ternyata
telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin.
Ide pembesaran dengan bentuk kaca telah dicetuskan jauh sebelumnya
oleh al-Haitham. Namun, sayangnya dari beberapa bukti yang ada,
penggunaan kaca pembesar untuk membaca pertama disebutkan dalam bukunya
Bacon.
Julius Hirschberg
Julius Hirschberg, sejarawan ophthalmologi (ilmu pengobatan mata),
menyebutkan dalam bukunya, bahwa perbesaran batu diawali dengan penemuan
kaca pembesar dan barulah kacamata tahun 1300 atau abad ke-13 M. “Ibnu
al-Haitham hanya melakukan penelitian mengenai pembesaran pada abad ke –
11 M,” cetusnya Hirschberg.
Kacamata pertama disebutkan dalam buku pengobatan di Eropa pada abad
ke-14 M. Bernard Gordon, Profesor pengobatan di Universitas Montpellier
di selatan Perancis, mengatakan di tahun 1305 M tentang tetes mata (obat
mata) sebagai alternatif bagi orang-orang tua yang tidak menggunakan
kacamata.
Guy de Chauliac
Tahun 1353 M, Guy de Chauliac menyebutkan jenis obat mata lain untuk
menyembuhkan mata, dia mengatakan lebih baik menggunakan kacamata jika
obat mata tidak berfungsi.
Selain para ilmuwan di atas, adapula tiga cerita yang berbeda
disebutkan oleh sarjana Italia, Redi (wafat tahun 1697). Cerita pertama,
disebutkan dalam manuskrip Redi tahun 1299 M. Disebutkan dalam
pembukaan bahwa pengarang adalah orang yang sudah tua dan tidak bisa
membaca tanpa kacamata, yang ditemukan pada zamannya.
Cerita kedua, juga diceritakan oleh Redi, menunjukkan bahwa kacamata
disebutkan dalam sebuah pidato yang jelas tahun 1305 M, dimana pembicara
mengatakan bahwa perlatan ini ditemukan tidak lebih cepat dari 20 tahun
sebelum pidato tersebut diungkapkan.
Cerita ketiga, menyebutkan bahwa biarawan (the monk) Alexander dari
Spina (sebelah timur Itali) belajar bagaimana menggunakan kacamata. Dia
wafat tahun 1313 M.
Akhirnya tiga versi cerita berbeda tersebut menyebarluas, karena
banyak buku lain yang mengadopsi cerita-cerita yang disebutkan Redi
setelah dia wafat. Namun, beberapa sejarahwan ilmu pengetahuan
mengatakan bahwa Redi telah membuat cerita bohong dan mereka tidak
percaya.
Bahkan, dalam buku Julius Hirschberg, juga disebutkan tentang cerita
Redi itu, ditulis antara tahun 1899 dan 1918 di Jerman dan banyak
informasi yang sudah tua dan banyak yang diperbaharui. Buku tersebut
kemudian diterjemahkan (tanpa revisi) ke dalam bahasa Inggris dan
dipublikasikan tahun 1985. Hasilnya, cerita Redi menyebar di Inggris,
artikel penelitian itu ditolak kebenaran ceritanya dan ini ditolak
Julius Hirschberg.
Beberapa cerita bohong lain juga ditulis oleh seorang jurnalis di
pertengahan abad ke 19 M. Dia mengklaim Roger Bacon merupakan penemu
kacamata seperti. Bahkan ia juga menyebutkan bahwa biarawan (the Monk)
Alexander juga telah diajarkan Roger Bacon bagaimana menggunakan
kacamata. Kabar ini tentu saja dengan cepat menyebar.
Kebohongan lain juga terlihat pada sebuah nisan. Seorang pengarang
menunjukkan bahwa sebuah nisan di kuburan Nasrani yang berada di gereja,
tertulis sebuah kalimat, “disini beristirahat Florence, penemu
kacamata, Tuhan mengampuni dosanya, tahun 1317″. Masih banyak cerita
atau mitos lainnya tentang penemu dan pembuatan kacamata di Eropa. Semua
mengklaim sebagai penemu pertama alat bantu baca dan melihat itu.
Label:
ARTIKEL SEPUTAR MATA
DETAIL
ORDER
Bismillahirohmanirrohim
Menurut sejarah, dulu kacamata hitam pertama kali
digunakan oleh bangsawan Cina sekitar abad ke-14. Pada masa itu,
kacamata hitam memang digunakan untuk menunjang penampilan mereka. Wwallohualam. Tapi
sekarang, fungsi utama kacamata hitam adalah untuk menjaga kesehatan
mata kita dari bahaya sinar ultraviolet.
Manfaatnya Buat Kesehatan Mata
Dari warna lensanya yang kecoklatan dan kehitaman, kita pasti bisa merasakan pandangan jadi lebih teduh ketika memakainya. Lebih khususnya, kacamata hitam melindungi mata kita dari:
Tip Memilih Kacamata Hitam
Sekarang ini, sudah beredar banyak model kacamata berikut warna-warni lensanya. Meski keren-keren dan bikin kita pengin memiliki semuanya, coba cek yang berikut ini, saat memilih kacamata hitam:
Menurut sejarah, dulu kacamata hitam pertama kali
digunakan oleh bangsawan Cina sekitar abad ke-14. Pada masa itu,
kacamata hitam memang digunakan untuk menunjang penampilan mereka. Wwallohualam. Tapi
sekarang, fungsi utama kacamata hitam adalah untuk menjaga kesehatan
mata kita dari bahaya sinar ultraviolet.Manfaatnya Buat Kesehatan Mata
Dari warna lensanya yang kecoklatan dan kehitaman, kita pasti bisa merasakan pandangan jadi lebih teduh ketika memakainya. Lebih khususnya, kacamata hitam melindungi mata kita dari:
- Ultraviolet. Yang berpotensi merusak kornea dan retina mata. Radiasi sinar ini juga bisa menyebabkan penyakit katarak dan berkurangnya kemampuan fungsi mata.
- Cahaya super terang. Saat mata kita terekspos sinar yang sangat terang, ini akan mengganggu fungsi retina kita.
- Sinar yang berkilau, misalnya dari pantulan matahari di kaca atau permukaan air.
Tip Memilih Kacamata Hitam
Sekarang ini, sudah beredar banyak model kacamata berikut warna-warni lensanya. Meski keren-keren dan bikin kita pengin memiliki semuanya, coba cek yang berikut ini, saat memilih kacamata hitam:
- Pastikan lensanya cukup gelap supaya mata kita bisa melihat lebih nyaman di kondisi cahaya yang sangat terang. Tapi, jangan sampai terlalu gelap dan akhirnya kelihatan redup.
- Kalau kita banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, pilih lensa kacamata yang berwarna abu-abu atau kecoklatan.
- Perhatikan juga lensanya. Kebanyakan kacamata hitam menggunakan lensa plastik yang lebih gampang tergores dibandingkan kaca. Pilih lensa kacamata yang bersih dari goresan.
- Untuk mengecek apakah lensanya nyaman untuk mata kita atau tidak, coba deh, pakai kacamata yang kita taksir itu. Lalu, tataplah benda yang punya pola simetris seperti pola ubin. Kalau garisnya terlihat lurus saat kita menggerakkan kepala ke atas-bawah lalu kanan-kiri, berarti nggak ada masalah pada lensanya.
- Agar lebih maksimal dalam melindungi dari bahaya sinar UV maka pakailah jenis lensa POLRAOID,
- Bagi yang ga mau repot ganti kacamata ketika suasana pencahayaan kurang, misal di malam hari, maka lebih baik menggunakan jenis lensa TRANSITIONS, yaitu lensa yang akan berubah menjadi hitam ketika terkena sinar mataharin dan akan kembali menjadi bening ketika tidak terkenar sinar matahari.- SO
Label:
ARTIKEL SEPUTAR MATA
DETAIL
ORDER
Cara Mencegah dan Mengatasi Rabun Jauh (Myopia)
January 28, 2010
-
Kesehatan Mata, Masalah dan Penyakit Mata
- Tagged: Cara Mengatasi Myopia, Miopia, Myopia, Rabun Jauh
Myopia berasal dari bahasa Yunani yang
artinya “Pandangan Dekat” (“nearsightedness”). Ini karena kerusakan mata
yang menghasilkan fokus pandangan di depan retina.
Penderita Myopia bisa melihat benda dari
jarak dekat dengan jelas. Namun pada jarak jauh benda tampak kabur
sehingga membuat kepala menjadi pusing. Jika anak anda merasa pusing
ketika melihat tulisan di papan tulis di ruangan kelasnya dan
pandangannya kabur, kemungkinan dia menderita Myopia.
Para profesional perawatan mata, umumnya mengatasi masalah Myopia dengan penggunaan lensa (corrective lenses)
seperti kacamata atau lensa kontak (contact lenses). Bisa juga diatasi
dengan operasi refraktif seperti LASIK. Lensa koreksi memiliki ukuran
kekuatan (power) negatif atau bisa disebut lensa minus untuk mengatasi
mata myopia.
Myopia terbagi dalam 3 tingkatan:
- Myopia Rendah dengan dioptri mendekati 0 – -3.00
- Myopia Sedang dengan dioptri -3.00 – -6.00
- Myopia Tinggi dengan Dioptri -6 hingga ke bawah (-10).
Diperkirakan penderita Myopia antara 800
juta hingga 2,3 milyar (ini karena jarang ada yang merasa menderita
Myopia). Di negara-negara seperti Cina, India, dan Malaysia, 41% dari
orang dewasa menderita Myopia hingga -1.00.
Terlampau sering membaca, apalagi dengan
jarak yang terlalu dekat hingga cahaya yang terlalu gelap dapat
menyebabkan anak menderita myopia. Begitu pula berbagai pekerjaan yang
mengharuskan melihat benda dari jarak dekat seperti menjahit. Sebaliknya
bermain atau olah raga di luar selama 2-3 jam dengan paparan sinar
matahari (idealnya pagi) bisa mengurangi kemungkinan penyakit Myopia.
Para peneliti Australia menyimpulkan
bahwa paparan pada sinar matahari bermanfaat untuk membatasi pertumbuhan
bola mata yang bisa menyebabkan Myopia atau Rabun Jauh. Mereka
membandingkan anak-anak dari negara maju seperti Australia dan
Singapura. Anak-anak Singapura yang rata-rata hanya menghabiskan waktu
30 menit di luar rumah ternyata 90% mengidap Myopia sehingga harus
memakai kacamata baik secara permanen atau pun temporer. Sementara
anak-anak Australia yang menghabiskan waktu 2-3 jam untuk bermain di
luar rumah hanya 20% yang menderita Myopia.http://sofyan-optikal.blogspot.com/2013/02/miopia.html Paparan sinar matahari di
luar rumah bisa menambah dopamine pada mata yang dapat mencegah Myopia.
Jadi pencegahan penyakit Myopia dapat dilakukan sebagai berikut:
- Membaca jangan terlalu dekat (minimal sepanjang siku anda)
- Membacalah di ruangan yang cukup terang
- Jangan membaca sambil tiduran
- Hindari menonton TV/main play station terlalu dekat secara terus menerus
- Hindari memakai komputer dengan monitor terlampau dekat. Sekali-sekali pandanglah ke tempat yang jauh.
- Bermainlah di luar rumah selama 2-3 jam setiap hari dan lihat obyek yang jauh
- Berolahragalah agar otot-otot anda termasuk mata jadi kuat
- Makanlah makanan yang bermanfaat bagi mata anda seperti vitamin A, Beta Karotin, dan sebagainya.
Referensi:
Label:
ARTIKEL SEPUTAR MATA
DETAIL
ORDER
Langganan:
Postingan (Atom)








