CONTACT PERSON

XL : 087778642742
AS : 085213094707
3 : 08967681983
PIN BB :27CA86C7
FB : OPTIK SOFYAN

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

JASA PENGIRIMAN

Nomor Resi JNE

Kategori Produk

Label

Kategori Produk :
BANTU LIKE DAN SHARE YA SOB

GLAUKOMA

ANATOMI MATA


Penyebab Glaukoma
DEFINISI
Glaukoma adalah suatu penyakit dimana tekanan di dalam bola mata meningkat, sehingga terjadi kerusakan pada saraf optikus dan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan.

Terdapat 4 jenis glaukoma:

* Glaukoma Sudut Terbuka
* Glaukoma Sudut Tertutup
* Glaukoma Kongenitalis
* Glaukoma Sekunder.

Keempat jenis glaukoma ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata dan karenanya semuanya bisa menyebabkan kerusakan saraf optikus yang progresif.


PENYEBAB
Bilik anterior dan bilik posterior mata terisi oleh cairan encer yang disebut humor aqueus. Dalam keadaan normal, cairan ini dihasilkan di dalam bilik posterior, melewati pupil masuk ke dalam bilik anterior lalu mengalir dari mata melalui suatu saluran.

Jika aliran cairan ini terganggu (biasanya karena penyumbatan yang menghalangi keluarnya cairan dari bilik anterior), maka akan terjadi peningkatan tekanan.

Peningkatan tekanan intraokuler akan mendorong perbatasan antara saraf optikus dan retina di bagian belakang mata. Akibatnya pasokan darah ke saraf optikus berkurang sehingga sel-sel sarafnya mati.

Karena saraf optikus mengalami kemunduran, maka akan terbentuk bintik buta pada lapang pandang mata. Yang pertama terkena adalah lapang pandang tepi, lalu diikuti oleh lapang pandang sentral. Jika tidak diobati, glaukoma pada akhirnya bisa menyebabkan kebutaan.


GEJALA

GLAUKOMA SUDUT TERBUKA

Pada glaukoma sudut terbuka, saluran tempat mengalirnya humor aqueus terbuka, tetapi cairan dari bilik anterior mengalir terlalu lambat. Secara bertahap tekanan akan meningkat (hampir selalu pada kedua mata) dan menyebabkan kerusakan saraf optikus serta penurunan fungsi penglihatan yang progresif.

Hilangnya fungsi penglihatan dimulai pada tepi lapang pandang dan jika tidak diobati pada akhirnya akan menjalar ke seluruh bagian lapang pandang, menyebabkan kebutaan.

Glaukoma sudut terbuka sering terjadi setelah usia 35 tahun, tetapi kadang terjadi pada anak-anak. Penyakit ini cenderung diturunkan dan paling sering ditemukan pada penderita diabetes atau miopia. Glaukoma sudut terbuka lebih sering terjadi dan biasanya penyakit ini lebih berat jika diderita oleh orang kulit hitam.

Pada awalnya, peningkatan tekanan di dalam mata tidak menimbulkan gejala.
Lama-lama timbul gejala berupa:
- penyempitan lapang pandang tepi
- sakit kepala ringan
- gangguan penglihatan yang tidak jelas (misalnya melihat lingkaran di sekeliling cahaya lampu atau sulit beradaptasi pada kegelapan).

Pada akhirnya akan terjadi penyempitan lapang pandang yang menyebabkan penderita sulit melihat benda-benda yang terletak di sisi lain ketika penderita melihat lurus ke depan (disebut penglihatan terowongan).

Glaukoma sudut terbuka mungkin baru menimbulkan gejala setelah terjadinya kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.


GLAUKOMA SUDUT TERTUTUP
Glaukoma sudut tertutup terjadi jika saluran tempat mengalirnya humor aqueus terhalang oleh iris.

Setiap hal yang menyebabkan pelebaran pupil (misalnya cahaya redup, tetes mata pelebar pupil yang digunakan untuk pemeriksaan mata atau obat tertentu) bisa menyebabkan penyumbatan aliran cairan karena terhalang oleh iris. Iris bisa menggeser ke depan dan secara tiba-tiba menutup saluran humor aqueus sehingga terjadi peningkatan tekanan di dalam mata secara mendadak.

Serangan bisa dipicu oleh pemakaian tetes mata yang melebarkan pupil atau bisa juga timbul tanpa adanya pemicu. Glaukoma akut lebih sering terjadi pada malam hari karena pupil secara alami akan melebar di bawah cahaya yang redup.

Episode akut dari glaukoma sudut tertutup menyebabkan:
- penurunan fungsi penglihatan yang ringan
- terbentuknya lingkaran berwarna di sekeliling cahaya
- nyeri pada mata dan kepala.
Gejala tersebut berrlangsung hanya beberapa jam sebelum terjadinya serangan lebih lanjut.

Serangan lanjutan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan secara mendadak dan nyeri mata yang berdenyut. Penderita juga mengalami mual dan muntah. Kelopak mata membengkak, mata berair dan merah. Pupil melebar dan tidak mengecil jika diberi sinar yang terang.

Sebagian besar gejala akan menghilang setelah pengobatan, tetapi serangan tersebut bisa berulang. Setiap serangan susulan akan semakin mengurangi lapang pandang penderita.


GLAUKOMA SEKUNDER

Glaukoma sekunder terjadi jika mata mengalami kerusakan akibat:

* Infeksi
* Peradangan
* Tumor
* Katarak yang meluas
* Penyakit mata yang mempengaruhi pengaliran humor aqueus dari bilik anterior.

Penyebab yang paling sering ditemukan adalah uveitis. Penyebab lainnya adalah penyumbatan vena oftalmikus, cedera mata, pembedahan mata dan perdarahan ke dalam mata. Beberapa obat (misalnya kortikosteroid) juga bisa menyebabkan peningkatan tekanan intraokuler.


GLAUKOMA KONGENITALIS

Glaukoma kongenitalis sudah ada sejak lahir dan terjadi akibat gangguan perkembangan pada saluran humor aqueus. Glaukoma kongenitalis seringkali diturunkan.


DIAGNOSA
Pemeriksaan mata yang biasa dilakukan adalah:

* Pemeriksaan dengan oftalmoskop bisa menunjukkan adanya perubahan pada saraf optikus akibat glaukoma
* Pengukuran tekanan intraokuler dengan tonometri.
Tekanan di dalam bilik anterior disebut tekanan intraokuler dan bisa diukur dengan tonometri.
Biasanya jika tekanan intraokuler lebih besar dari 20-22 mm, dikatakan telah terjadi peningkatan tekanan.
Kadang glaukoma terjadi pada tekanan yang normal.
* Pengukuran lapang pandang
* Ketajaman penglihatan
* Tes refraksi
* Respon refleks pupil
* Pemeriksan slit lamp
* Pemeriksaan gonioskopi (lensa khusus untuk mengamati saluran humor aqueus.


PENGOBATAN

Glaukoma sudut terbuka

Obat tetes mata biasanya bisa mengendalikan glaukoma sudut terbuka. Obat yang pertama diberikan adalah beta bloker (misalnya timolol, betaxolol, carteolol, levobunolol atau metipranolol), yang kemungkinan akan mengurangi pembentukan cairan di dalam mata.

Juga diberikan pilocarpine untuk memperkecil pupil dan meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Obat lainnya yang juga diberikan adalah epinephrine, dipivephrine dan carbacol (untuk memperbaiki pengaliran cairan atau mengurangi pembentukan cairan).

Jika glaukoma tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan atau efek sampingnya tidak dapat ditolerir oleh penderita, maka dilakukan pembedahan untuk meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Digunakan sinar laser untuk membuat lubang di dalam iris atau dilakukan pembedahan untuk memotong sebagian iris (iridotomi).


Glaukoma sudut tertutup

Minum larutan gliserin dan air bisa mengurangi tekanan dan menghentikan serangan glaukoma. Bisa juga diberikan inhibitor karbonik anhidrase (misalnya acetazolamide).

Tetes mata pilocarpine menyebabkan pupil mengecil sehingga iris tertarik dan membuka saluran yang tersumbat. Untuk mengontrol tekanan intraokuler bisa diberikan tetes mata beta blocker.

Setelah suatu serangan, pemberian pilocarpine dan beta blocker serta inhibitor karbonik anhidrase biasanya terus dilanjutkan. Pada kasus yang berat, untuk mengurangi tekanan biasanya diberikan manitol intravena (melalui pembuluh darah).

Terapi laser untuk membuat lubang pada iris akan membantu mencegah serangan berikutnya dan seringkali bisa menyembuhkan penyakit secara permanen. Jika glaukoma tidak dapat diatasi dengan terapi laser, dilakukan pembedahan untuk membuat lubang pada iris.

Jika kedua mata memiliki saluran yang sempit, maka kedua mata diobati meskipun serangan hanya terjadi pada salah satu mata.


Glaukoma sekunder

Pengobatan glaukoma sekunder tergantung kepada penyebabnya. Jika penyebabnya adala peradangan, diberikan corticosteroid dan obat untuk melebarkan pupil. Kadang dilakukan pembedahan.


Glaukoma kongenitalis

Untuk mengatasi glaukoma kongenitalis perlu dilakukan pembedahan.


PENCEGAHAN
Tidak ada tindakan yang dapat mencegah terjadinya glaukoma sudut terbuka. Jika penyakit ini ditemukan secara dini, maka hilangnya fungsi penglihatan dan kebutaan bisa dicegah dengan pengobatan.

Orang-orang yang memiliki resiko menderita glaukoma sudut tertutup sebaiknya menjalani pemeriksaan mata yang rutin dan jika resikonya tinggi sebaiknya menjalani iridotomi untuk mencegah serangan akut.

AMBLIOPIA

Bismillahirohmanirrohim.
Kali ini saya akan berbagi artikel tentang kelainan penglihatan yaitu Ambliopia. Apakah Ambliopia itu? . Mungkin sebagian dari kita masih asing mendengar istilah kelainan mata tersebut. Ambliopia adalah gangguan mata berupa penurunan tajam penglihatan akibat adanya gangguan perkembangan penglihatan selama masa kanak-kanak. Keadaan ini juga dikenal dengan istilah lazy eye atau “mata malas”.Bila salah satu mata memiliki tajam penglihatan yang baik sedangkan mata yang lainnya tidak, maka mata dengan tajam penglihatan yang lebih buruk akan mengalami ambliopia. Umumnya hanya satu mata yang mengalami ambliopia, namun tidak menutup kemungkinan gangguan ini bisa terjadi pada dua mata sekaligus.
Ambliopia sering ditemukan dan dapat mengenai 2 hingga 3 orang dari 100 pasien. Masa terapi ambliopia yang paling baik adalah selama masa bayi dan awal masa anak-anak.

Bagaimana perkembangan penglihatan yang baik?
Bayi yang baru lahir sudah memiliki kemampuan untuk melihat dan selama beberapa tahun awal masa anak-anak sistem penglihatan ini berkembang dengan pesat seiring dengan peningkatan tajam penglihatan.
Jika seorang anak tidak mampu menggunakan matanya dengan normal, maka tajam penglihatannya pun tidak berkembang dengan baik dan bahkan mengalami penurunan. Dalam kurun waktu 9 tahun awal kehidupan, sistem penglihatan telah berkembang secara maksimal dan umumnya tidak dapat dirubah lagi.
Dengan demikian, perkembangan penglihatan pada kedua mata sangatlah penting untuk mencapai tajam penglihatan yang normal. Seseorang yang menderita ambliopia pada salah satu matanya kemungkinan mengalami dua kali kehilangan penglihatan pada mata sebelahnya karena trauma.
Jika pada suatu masa, tajam penglihatan pada salah satu mata memburuk akibat kecelakaan atau penyakit, maka sangatlah penting agar mata sebelahnya memiliki tajam penglihatan yang normal. Oleh sebab itu, ambliopia harus dideteksi dan diterapi sedini mungkin.

Kapan sebaiknya ambliopia dideteksi?
Sangat dianjurkan agar semua anak-anak diperiksa tajam penglihatannya oleh dokter anak, dokter keluarga atau dokter spesialis mata sebelum berusia 4 tahun. Bila anak mengalami gangguan penglihatan, dokter anak atau dokter keluarga akan merujuk anak tersebut ke dokter spesialis mata.
Jika ada riwayat keluarga yang menderita strabismus, katarak kongenital atau penyakit mata lainnya, maka dokter mata harus memeriksa anak tersebut sejak bayi.


Kaca mata pada bayi
Seorang anak yang melakukan Patching



Apa penyebab terjadinya ambliopia?
Ambliopia disebabkan oleh berbagai macam kondisi yang mempengaruhi perkembangan penglihatan. Umumnya kondisi ini bersifat diturunkan. Ada 3 penyebab utama ambliopia, yaitu:
  • Strabismus (Juling)
    Ambliopia umumnya muncul pada mata yang mengalami strabismus (juling). Mata juling terjadi untuk menghindari penglihatan ganda (double) oleh anak tersebut. Anak juga biasanya lebih senang memakai mata sebelahnya dengan tajam penglihatan yang lebih baik. Mata yang juling adalah mata dengan tajam penglihatan yang lebih buruk.
  • Kelainan refraksi yang tidak seimbang antar kedua mata
Kelainan tajam penglihatan bisa diatasi dengan kaca mata. Namun, ambliopia bisa muncul bila salah satu mata tidak fokus oleh karena ukuran minus, plus, atau silinder yang lebih besar bila dibandingkan dengan mata sebelahnya.
  • Ambliopia juga bisa muncul pada dua mata sekaligus bila tajam penglihatan pada kedua mata sangat buruk. Keadaan ini muncul pada penderita minus, plus atau silinder tinggi.
  • Kekeruhan pada jaringan mata yang normalnya jernih Katarak (kekeruhan pada lensa mata) dapat menimbulkan ambliopia. Setiap kondisi yang mencegah masuknya bayangan objek ke dalam mata bisa menyebabkan ambliopia. Keadaan ini adalah penyebab ambliopia yang paling buruk.

Bagaimana mendiagnosa ambliopia?
Mendiagnosa ambliopia tidaklah mudah. Seorang anak mungkin tidak menyadari memiliki mata yang lebih lemah atau mata yang lebih tajam penglihatannya. Orang tua umumnya juga tidak menyadari adanya kelainan mata pada anaknya, kecuali juling atau tampak kelainan mata lain pada anaknya.
Ambliopia dapat dideteksi dengan menemukan perbedaan tajam penglihatan antara kedua mata atau ditemukan tajam penglihatan yang sangat buruk pada kedua mata. Karena memeriksa tajam penglihatan pada anak-anak yang lebih kecil sangat sulit, dokter mata dapat menilai tajam penglihatan anak-anak ini dengan melihat reaksi bayi mengikuti suatu benda. Pemeriksaan dilakukan pada masing-masing mata yang ditutup secara bergantian (patch).
Jika salah satu mata ambliopia dan mata yang tajam baik ditutup, maka bayi akan memberikan reaksi berupa mengintip dari balik patch, berusaha membuka patch, atau menangis.
Tajam penglihatan yang lebih buruk pada salah satu mata tidak selalu berarti anak menderita ambliopia. Seringkali, tajam penglihatan ini masih bisa diatasi dengan memberikan kacamata pada anak tersebut.
Dokter mata juga akan memeriksa mata anak secara seksama untuk melihat kelainan mata lain yang menurunkan tajam penglihatannya.
Contoh kelainan mata ini adalah:
  • Katarak
  • Inflamasi
  • Tumor
  • Kelainan bagian dalam mata (retina, saraf mata, dll)
 Demikian penjelasan seputar kelainan mata Ambliopia, semoga bermanfaat. Aamiin. SO
Sumber JEC

STRABISMUS ATAU MATA JULING

Bismillahirohmanirrohim

Strabismus (juling) merupakan gangguan letak antar dua mata yang tidak simetris. Dalam kondisi ini, salah satu mata melihat lurus sedangkan mata yang lain melihat lebih ke arah luar, ke arah dalam, ke atas, atau ke bawah.

Sebelum menjalani operasi1 Strabismus
Sebelum menjalani operasi mata
Sesudah menjalani operasi1 Strabismus
Sesudah menjalani operasi mata
Juling bisa muncul terus menerus atau konstan atau hilang-timbul. Kadang-kadang mata yang juling bisa melihat lurus dan mata yang lurus menjadi juling.
Strabismus sering ditemukan pada anak-anak, namun keadaan ini juga bisa muncul setelah dewasa. Kelainan ini dapat muncul baik pada laki-laki maupun wanita. Umumnya juling bersifat turunan, namun ada pula beberapa penderita yang keluarganya tidak memiliki riwayat juling.

Bagaimana kedua mata bekerja sama?
Pada penglihatan yang normal, kedua mata terfokus pada titik yang sama. Otak akan menggabungkan 2 image yang ditangkap oleh masing-masing mata dan diolah menjadi gambaran 3 dimensi. Gambaran 3 dimensi ini akan menyebabkan seseorang memiliki persepsi dalam.
Jika salah satu mata juling, maka otak akan menerima dan mengolah 2 image yang berbeda. Pada anak kecil, otak akan menghilangkan image dari mata yang juling dan hanya melihat image dari mata yang lurus. Keadaan ini menyebabkan anak tersebut tidak memiliki persepsi dalam.
Berbeda dengan anak-anak, penderita dewasa yang menderita juling sering mengeluh penglihatan ganda (double). Fenomena ini terjadi karena sejak masa anak-anak otaknya telah terbiasa menerima image dari kedua mata hingga tidak mampu lagi menghilangkan image dari mata yang juling. Anak-anak umumnya tidak memiliki keluhan penglihatan ganda.

Apa penyebab strabismus?
PENYEBAB
Strabismus biasanya disebabkan oleh:

  • Tarikan yang tidak sama pada 1 atau beberapa otot yang menggerakan mata (strabismus non-paralitik). Strabismus non-paralitik biasanya disebabkan oleh suatu kelainan di otak.
  • Kelumpuhan pada 1 atau beberapa otot penggerak mata (strabismus paralitik). Kelumpuhan pada otot mata bisa disebabkan oleh kerusakan saraf.
Jenis strabismus yang lain ditemukan pada anak yang menderita rabun dekat.

Beberapa keadaan yang bisa ditemukan bersamaan dengan strabismus:
  • Ambliopia
  • Retinopati pada prematuritas
  • Retinoblastoma
  • Cedera otak traumatik
  • Hemangioma di sekitar mata (pada masa bayi)
  • Sindroma Apert
  • Sindroma Noonan
  • Sindroma Prader-Willi
  • Trisomy 18
  • Rubella kongenitalis
  • Sindroma inkontinensia pigmen
  • Cerebral palsy.
Strabismus sering ditemukan pada anak-anak yang menderita kelainan otak, seperti:
  1. Cerebral Palsy
  2. Sindroma Down
  3. Hydrocephalus
  4. Tumor otak
  5. Prematur
Katarak atau trauma mata yang mempengaruhi tajam penglihatan juga dapat menimbulkan strabismus. Namun, kebanyakan anak-anak dengan strabismus tidak memiliki riwayat ini. Penderita strabismus umumnya juga memiliki riwayat strabismus dalam keluarganya.

Apa tanda-tanda strabismus?
Gejala utama adalah salah satu mata tampak juling. Kadang-kadang anak-anak memiringkan kepalanya agar dapat melihat dengan kedua matanya atau mata akan menjadi juling bila melihat sinar terang.

Bagaimana mendiagnosa strabismus?
Strabismus dapat dideteksi saat anak menjalani pemeriksaan mata. Dianjurkan agar anak-anak berumur 3-3 ½ tahun diperiksa tajam penglihatannya, baik oleh dokter spesialis anak, dokter keluarga, Refraksi Optisi, atau perawat  yang terlatih dalam memeriksa mata anak-anak prasekolah. Anak yang mengalami kemunduran tajam penglihatan harus dirujuk ke dokter spesialis mata. Jika memiliki riwayat keluarga dengan strabismus atau juling, atau memiliki riwayat keluarga yang memakai kaca mata tebal, maka dokter spesialis mata harus memeriksa tajam penglihatannya sebelum anak tersebut berusia 3 tahun.

PENGOBATAN
Jika sampai anak berumur 9 tahun strabismus tidak diobati, maka bisa terjadi gangguan penglihatan yang permanen pada mata yang terkena (ambliopia). Pada anak-anak yang lebih kecil, ambliopia lebih cepat terjadi; sedangkan pada anak-anak yang lebih besar, penyembuhannya memerlukan waktu lebih lama. Karena itu semakin dini pengobatan dilakukan, maka gangguan penglihatan yang terjadi tidak terlalu berat dan respon yang diberikan akan lebih baik.

Menutup mata yang normal dengan sebuah penutup bisa memperbaiki penglihatan pada mata yang melenceng dengan cara memaksa otak untuk menerima suatu gambaran dari mata tanpa menghasilkan penglihatan ganda. Memperbaiki fungsi penglihatan akan memberikan peluang yang lebih baik terhadap perkembangan penglihatan 3 dimensi yang normal.

Setelah penglihatan pada kedua mata sama, bisa dilakukan pembedahan untuk menyesuaikan kekuatan otot mata sehingga mereka menarik mata dengan kekuatan yang sama.

Esotropia akomodatif pada anak rabun dekat bisa diatasi dengan kaca mata sehingga pada saat melihat benda pada jarak jauh, mata tidak perlu berakomodasi.
Pengobatan lainnya adalah obat tetes mata ekotiofat, yang membantu mata memfokuskan pada benda-benda jarak dekat.

Strabismus paralitik bisa diatasi dengan kaca mata yang terdiri dari lensa prisma (yang membiaskan cahaya sehingga kedua mata menerima gambaran yang hampir sama) atau bisa diatasi dengan pembedahan. Sampai umur 10 tahun, anak sebaiknya menjalani pemeriksaan mata secara teratur. 
Semoga bermanfaat, Aamiin . SO
sumber JEC SPESIALIS INFO.

APAKAH AMBLIOPIA ITU??

Ambliopia adalah gangguan mata berupa penurunan tajam penglihatan akibat adanya gangguan perkembangan penglihatan selama masa kanak-kanak. Keadaan ini juga dikenal dengan istilah lazy eye atau “mata malas”.Bila salah satu mata memiliki tajam penglihatan yang baik sedangkan mata yang lainnya tidak, maka mata dengan tajam penglihatan yang lebih buruk akan mengalami ambliopia. Umumnya hanya satu mata yang mengalami ambliopia, namun tidak menutup kemungkinan gangguan ini bisa terjadi pada dua mata sekaligus. Ambliopia sering ditemukan dan dapat mengenai 2 hingga 3 orang dari 100 pasien. Masa terapi ambliopia yang paling baik adalah selama masa bayi dan awal masa anak-anak.

Bagaimana perkembangan penglihatan yang baik?
Bayi yang baru lahir sudah memiliki kemampuan untuk melihat dan selama beberapa tahun awal masa anak-anak sistem penglihatan ini berkembang dengan pesat seiring dengan peningkatan tajam penglihatan.
Jika seorang anak tidak mampu menggunakan matanya dengan normal, maka tajam penglihatannya pun tidak berkembang dengan baik dan bahkan mengalami penurunan. Dalam kurun waktu 9 tahun awal kehidupan, sistem penglihatan telah berkembang secara maksimal dan umumnya tidak dapat dirubah lagi.
Dengan demikian, perkembangan penglihatan pada kedua mata sangatlah penting untuk mencapai tajam penglihatan yang normal. Seseorang yang menderita ambliopia pada salah satu matanya kemungkinan mengalami dua kali kehilangan penglihatan pada mata sebelahnya karena trauma.
Jika pada suatu masa, tajam penglihatan pada salah satu mata memburuk akibat kecelakaan atau penyakit, maka sangatlah penting agar mata sebelahnya memiliki tajam penglihatan yang normal. Oleh sebab itu, ambliopia harus dideteksi dan diterapi sedini mungkin.

Kapan sebaiknya ambliopia dideteksi?
Sangat dianjurkan agar semua anak-anak diperiksa tajam penglihatannya oleh dokter anak, dokter keluarga atau dokter spesialis mata sebelum berusia 4 tahun. Bila anak mengalami gangguan penglihatan, dokter anak atau dokter keluarga akan merujuk anak tersebut ke dokter spesialis mata.
Jika ada riwayat keluarga yang menderita
strabismus, katarak kongenital atau penyakit mata lainnya, maka dokter mata harus memeriksa anak tersebut sejak bayi.
Kaca Mata pada Bayi 1 Apakah Ambliopia?
Kaca mata pada bayi
Patching1 Apakah Ambliopia?
Seorang anak yang melakukan Patching



Apa penyebab terjadinya ambliopia?
Ambliopia disebabkan oleh berbagai macam kondisi yang mempengaruhi perkembangan penglihatan. Umumnya kondisi ini bersifat diturunkan. Ada 3 penyebab utama ambliopia, yaitu:
  • Strabismus (Juling)
    Ambliopia umumnya muncul pada mata yang mengalami strabismus (juling). Mata juling terjadi untuk menghindari penglihatan ganda (double) oleh anak tersebut. Anak juga biasanya lebih senang memakai mata sebelahnya dengan tajam penglihatan yang lebih baik. Mata yang juling adalah mata dengan tajam penglihatan yang lebih buruk.
  • Kelainan refraksi yang tidak seimbang antar kedua mata
Kelainan tajam penglihatan bisa diatasi dengan kaca mata. Namun, ambliopia bisa muncul bila salah satu mata tidak fokus oleh karena ukuran minus, plus, atau silinder yang lebih besar bila dibandingkan dengan mata sebelahnya.
  • Ambliopia juga bisa muncul pada dua mata sekaligus bila tajam penglihatan pada kedua mata sangat buruk. Keadaan ini muncul pada penderita minus, plus atau silinder tinggi.
  • Kekeruhan pada jaringan mata yang normalnya jernih Katarak (kekeruhan pada lensa mata) dapat menimbulkan ambliopia. Setiap kondisi yang mencegah masuknya bayangan objek ke dalam mata bisa menyebabkan ambliopia. Keadaan ini adalah penyebab ambliopia yang paling buruk.

Bagaimana mendiagnosa ambliopia?
Mendiagnosa ambliopia tidaklah mudah. Seorang anak mungkin tidak menyadari memiliki mata yang lebih lemah atau mata yang lebih tajam penglihatannya. Orang tua umumnya juga tidak menyadari adanya kelainan mata pada anaknya, kecuali juling atau tampak kelainan mata lain pada anaknya.
Ambliopia dapat dideteksi dengan menemukan perbedaan tajam penglihatan antara kedua mata atau ditemukan tajam penglihatan yang sangat buruk pada kedua mata. Karena memeriksa tajam penglihatan pada anak-anak yang lebih kecil sangat sulit, dokter mata dapat menilai tajam penglihatan anak-anak ini dengan melihat reaksi bayi mengikuti suatu benda. Pemeriksaan dilakukan pada masing-masing mata yang ditutup secara bergantian (patch).
Jika salah satu mata ambliopia dan mata yang tajam baik ditutup, maka bayi akan memberikan reaksi berupa mengintip dari balik patch, berusaha membuka patch, atau menangis.
Tajam penglihatan yang lebih buruk pada salah satu mata tidak selalu berarti anak menderita ambliopia. Seringkali, tajam penglihatan ini masih bisa diatasi dengan memberikan kacamata pada anak tersebut.
Dokter mata juga akan memeriksa mata anak secara seksama untuk melihat kelainan mata lain yang menurunkan tajam penglihatannya.
Contoh kelainan mata ini adalah:
  • Katarak
  • Inflamasi
  • Tumor
  • Kelainan bagian dalam mata (retina, saraf mata, dll)

PENYEBAB DAN CARA PENGOBATAN KATARAK

Katarak sangat umum. Katarak mempengaruhi sekitar 15 juta orang dan bertanggung jawab untuk hampir setengah dari semua kasus kebutaan di seluruh dunia.
Katarak terjadi bila lensa mata menjadi keruh atau buram. Hal ini terjadi secara bertahap, karena protein dalam lensa menjadi teroksidasi. Dokter tidak tahu persis mengapa hal ini terjadi, tetapi mereka percaya bahwa kombinasi dari faktor lingkungan (seperti racun dan paparan sinar matahari) dan faktor genetik terlibat.
Katarak dapat terjadi di daerah tertentu atau seluruh lensa. Proses ini biasanya terjadi sangat lambat selama tahunan atau puluhan tahun, dan biasanya mempengaruhi kedua mata.
Katarak tidak menyakitkan. Gejala yang paling umum adalah kehilangan penglihatan, penglihatan kabur, atau penglihatan ganda. Secara umum, penglihatan jarak jauh hilang terlebih dahulu sebelum penglihatan jarak dekat. Beberapa pasien mengatakan bahwa mereka melihat efek halo di sekitar lampu. Lainnya mengalami cahaya silau yang berlebihan selama mengemudi malam hari dan dalam cahaya terang, terutama sinar matahari.

Faktor Risiko

Meskipun penyebab pasti dari katarak tidak diketahui, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko pembentukan katarak. Ini termasuk:
  • Merokok: Dokter percaya bahwa setidaknya 20 persen dari katarak di Amerika Serikat terjadi karena merokok.
  • Pertambahan usia: Sebagian besar katarak terjadi pada individu lebih dari 60.
  • Riwayat keluarga katarak
  • Diabetes melitus
  • Kolesterol tinggi
  • Obesitas
  • Penggunaan alkohol berlebihan
  • Paparan sinar matahari yang berlebihan

Diagnosa

Katarak harus dicurigai pada setiap individu dengan penglihatan Yang hilang secara perlahan, tanpa rasa sakit. Dengan menggunakan mikroskop, dokter mata dapat langsung mengamati daerah lensa yang berawan.

Pengobatan

Pertama, karena merokok dan obesitas meningkatkan risiko katarak, penting untuk menghindari merokok dan menjaga berat badan yang sehat.
Pembedahan adalah penatalaksanaan pasti. Setelah katarak terjadi dan hilangnya penglihatan menjadi cukup signifikan untuk mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari, operasi biasanya diperlukan.
Sebelum operasi, penting untuk memastikan bahwa tekanan darah dan gula darah berada di bawah kontrol. Jika Anda menum obat, diskusikan dengan dokter Anda apakah Anda harus melanjutkan minum obat pada hari-hari menjelang operasi.
Operasi katarak adalah, relatif sederhana, prosedur berisiko rendah dengan tingkat keberhasilan sangat tinggi. Dibutuhkan hanya beberapa jam dan pasien tidak perlu dirawat di rumah sakit. Dokter bedah akan menghapus lensa keruh dan menggantinya dengan lensa yang jernih.
Setelah itu, individu dapat melanjutkan aktivitas normalnya dengan segera, termasuk membaca dan menonton televisi. Kebanyakan orang telah secara signifikan mengalami penglihatan yang membaik. Dalam beberapa kasus, pasien akan diminta untuk menghindari mengemudi selama beberapa hari atau sampai mata sembuh secukupnya.

Pola Makan untuk Mencegah Katarak

Ada banyak cara sederhana untuk mengurangi risiko katarak dengan membuat perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari:
Pola makan kaya antioksidan: Karena pembentukan katarak berhubungan dengan oksidasi, mengkonsumsi banyak lebih buah dan sayuran yang kaya antioksidan dapat membantu mencegah katarak.
 Sayuran yang mengandung karotenoid yang tinggi sangat penting. Secara khusus, sayuran hijau, seperti bayam, brokoli, kangkung, sawi, sawi, dan lobak adalah sumber utama antioksidan lutein karotenoid, yang ada pada lensa mata.
Vitamin C dan E juga tampaknya penting dalam mencegah pembentukan dan perkembangan katarak. Sumber vitamin C termasuk buah jeruk, paprika, buah-buahan tropis, melon, stroberi, kiwi, sayuran, tomat, kentang, dan ubi jalar. Sumber vitamin E antara lain wheat germ, bayam matang, susu kedelai, berbagai jenis kacang-kacangan, biji bunga matahari, mangga, dan zaitun, kacang tanah, dan minyak sayur.
Hal yang bijaksana untuk mengambil multivitamin harian. Namun, suplemen vitamin tidak menggantikan diet sehat dengan banyak buah dan sayuran.

shutterstock.com
Pertahankan tingkat kolesterol yang sehat: Studi menunjukkan bahwa tingkat tinggi kolesterol dan trigliserida mengakibatkan peningkatan risiko katarak. Juga, rendahnya tingkat high density lipoprotein (HDL, atau ” kolesterol baik”), dapat meningkatkan risiko katarak.
Cara terbaik untuk menurunkan kolesterol adalah dengan menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh, seperti daging dan produk susu, dan lemak trans, seperti kue-kue makanan ringan dan makanan yang digoreng untuk komersial.
Pengurangan asupan lemak: Studi menunjukkan bahwa diet lemak meningkatkan risiko katarak sekitar 10 persen. Seperti disebutkan di atas, lemak yang paling penting untuk dihindari adalah lemak jenuh dan lemak trans.
Hindari produk susu: Penelitian menunjukkan bahwa beberapa orang mendapatkan manfaat dari menghindari produk susu. Masalahnya, setidaknya secara teoritis, adalah bahwa laktosa dalam produk susu pecah selama pencernaan untuk melepaskan gula yang lebih kecil, yang disebut galaktosa, yang dapat masuk ke dalam lensa. Individu yang terutama rentan adalah individu dengan penyakit yang disebut defisiensi galaktokinase. Produk-produk susu harus dihindari pada individu-individu ini karena mereka memberikan kontribusi terhadap mayoritas galaktosa. Selain itu, produk susu merupakan sumber yang tinggi lemak dan lemak jenuh, yang diketahui meningkatkan kadar kolesterol.
Menghindari penggunaan alkohol yang berlebihan: Orang yang minum lebih dari dua gelas per minggu dari setiap jenis(bir, anggur, atau sulingan) memiliki risiko lebih besar dari 10 persen terkena beberapa jenis katarak.
Pertahankan berat badan yang sehat: Studi menunjukkan bahwa penderita obesitas memiliki risiko lebih besar dari 30 persen terkena katarak dibandingkan dengan individu dengan berat badan yang sehat. SEMOGA BERMANFAAT .SO
Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi link Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) berikut ini :
http://www.nutritionmd.org/consumers/eye_ear_nose_throat/cataract_nutrition.html

10 CARA MERAWAT MATA

Kita terkadang sering lupa untuk merawat kesehatan mata. Padahal mata termasuk dalam lima indera terpenting dalam tubuh manusia. Tanpa mata, kita tidak bisa melihat keindahan dunia dan wajah orang-orang terdekat kita. Untuk memastikan mata tetap sehat seiring dengan bertambahnya usia, berikut adalah sepuluh cara merawat kesehatan mata, seperti dilansir Ehow.



1. Makan banyak buah-buahan dan sayuran

Wortel sarat akan beta karoten yang sangat membantu dalam menjaga kesehatan mata. Itu dikarenakan beta karoten merupakan antioksidan yang dapat mengurangi risiko degenerasi makula.

2. Hindari memakai lensa kontak selama lebih dari 19 jam

Hal ini dapat menyebabkan kerusakan mata permanen serta ketidaknyamanan pada mata Anda. Jangan pula memakai kacamata terlalu lama.

3. Kurangi penggunaan tetes mata

Mengurangi pemakaian obat tetes mata. Menggunakan tetes mata untuk mengatasi mata merah boleh saja, namun hanya sesekali. Jika berlebihan, itu malah akan merusak kesehatan mata Anda.

4. Gunakan mentimun

Gunakan mentimun untuk mengompres kelopak mata Anda. Taruh irisan mentimun yang dingin dan lembut di atas kelopak mata selama 10 menit sebelum tidur di malam hari untuk mencegah bengkak.

5. Pakailah kacamata hitam pelindung UV

Gunakan lensa yang terpolarisasi, bukan hanya sekadar lensa yang gelap. Kacamata hitam pelindung UV diperlukan untuk melawan paparan dari sinar matahari.

6. Hindari duduk terlalu lama di depan komputer

Untuk menjaga kesehatan mata, cobalah untuk tidak menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar komputer. Hal itu dapat membuat mata lelah.

7. Kenakan kacamata di saat yang tepat

Pastikan untuk memakai kacamata atau memakai pelindung mata lainnya ketika bekerja di sekitar bahan kimia atau tempat dengan partikulat udara yang berbahaya.

8. Jangan membaca dalam cahaya redup

Untuk menjaga kesehatan mata, hindari membaca dalam cahaya lampu yang redup yang bisa menyebabkan ketegangan mata. Jika mata terasa lelah, berhenti untuk sementara waktu dan beristirahat.

9. Jangan langsung melihat cahaya yang terlalu terang

Jangan langsung melihat cahaya yang terlalu terang. Jangan fokuskan mata Anda pada sinar matahari, karena dapat merusak mata Anda.

10. Melatih mata dan membuatnya untuk bersantai

Cobalah memfokuskan mata pada suatu obyek yang dekat dengan Anda, sebuah obyek yang agak jauh. Ulangi proses ini beberapa kali.
Duduklah, tempatkan siku di pinggul, tutup mata dan tutup mata dengan telapak tangan Anda. Jauhkan telapak tangan yang menutupi mata Anda selama 10 detik. Buka mata Anda dan ulangi seperlunya.

Inilah sepuluh cara untuk menjaga kesehatan mata. Ingat, lebih baik mencegah daripada mengobati. Rawatlah mata Anda karena tanpa itu Anda tidak akan bisa melihat indahnya dunia. semoga bermanfaat.SO
sumber Merdeka.com.

SEJARAH PENTING DIBALIK PENEMUAN KACAMATA


Kacamata merupakan salah satu penemuan terpenting dalam sejarah kehidupan umat manusia. Setiap peradaban mengklaim sebagai penemu kacamata. Akibatnya, asal-
usul kacamata pun cenderung tak jelas dari mana dan kapan ditemukan.
Lutfallah Gari, seorang peneliti  sejarah sains dan teknologi Islam dari Arab Saudi mencoba menelusuri rahasia penemuan kacamata secara mendalam. Ia mencoba membedah sejumlah sumber asli dan meneliti literatur tambahan.

Investigasi yang dilakukannya itu membuahkan sebuah titik terang. Ia menemukan fakta bahwa peradaban Muslim di era keemasan memiliki peran penting dalam menemukan alat bantu baca dan lihat itu.
Lewat tulisannya bertajuk The Invention of Spectacles between the East and the West, Lutfallah mengungkapkan, peradaban Barat  kerap mengklaim sebegai penemu kacamata. Padahal, jauh sebelum masyarakat Barat mengenal kacamata, peradaban Islam telah menemukannya. Menurut dia, dunia Barat  telah membuat sejarah penemuan kacamata yang kenyataannya hanyalah sebuah mitos dan kebohongan belaka.
”Mereka sengaja membuat sejarah bahwa kacamata itu muncul saat Etnosentrisme,” papar Lutfallah.
Menurut dia,  sebelum peradaban manusia mengenal kacamata, para ilmuwan tdari berbagai peradaban telah menemukan lensa.  Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya kaca.
Lensa juga dikenal pada beberapa peradaban seperti Romawi, Yunani, Hellenistik dan Islam. Berdasarkan bukti yang ada, lensa-lensa pada saat itu tidak digunakan untuk magnification (perbesaran), tapi untuk pembakaran. Caranya dengan memusatkan cahaya matahari pada fokus lensa/titik api lensa.
Oleh karena itu, mereka menyebutnya dengan nama umum “pembakaran kaca/burning mirrors”. ”Hal ini juga tercantum dalam beberapa literatur yang dikarang  sarjana Muslim pada era peradaban Islam,” tutur Lutfallah. Menurut dia,  fisikawan Muslim legendaris, Ibnu al-Haitham (965 M-1039 M), dalam karyanya bertajuk Kitab al-Manazir (tentang optik) telah mempelajarai masalah perbesaran benda dan pembiasan cahaya.
Ibnu al-Haitam mempelajari pembiasan cahaya melewati sebuah permukaan tanpa warna seperti kaca, udara dan air. “Bentuk-bentuk benda yang terlihat tampak menyimpang ketika terus melihat benda tanpa warna”. Ini merupakan bentuk permukaan seharusnya benda tanpa warna,” tutur al-Haitham seperti dikutip Lutfallah.
Inilah salah satu fakta yang menunjukkan betapa ilmuwan Muslim Arab pada abadke-11 itu telah mengenali kekayaan perbesaran gambar melalui permukaan tanpa warna. Namun,  al-Haitham belum mengetahui  aplikasi yang penting dalam fenomena ini. Buah pikir yang dicetuskan Ibnu al-Haitham itu merupakan hal yang paling pertama dalam bidang lensa.
Paling tidak, peradaban Islam telah mengenal dan menemukan lensa lebih awal tiga ratus tahun dibandingkan Masyarakat Eropa. Menurut Lutfallah, penemuan kacamata dalam peradaban Islam terungkap dalam puisi-puisi karya  Ibnu al-Hamdis (1055 M- 1133 M). Dia menulis sebuah syair yang menggambarkan tentang kacamata. Syair itu ditulis  sekitar200 tahun,  sebelum masyarakat Barat menemukan kacamata. Ibnu al-Hamdis menggambarkan kacamata lewat syairnya antara lain sebagai berikut:
”Benda bening menunjukkan tulisan dalam sebuah buku untuk mata, benda bening seperti air, tapi benda ini merupakan batu. Benda itu meninggalkan bekas kebasahan di pipi, basah seperti sebuah gambar sungai yang terbentuk dari keringatnya,” tutur al-Hamdis.
Al-Hamdis melanjutkan, ”Ini seperti seorang yang manusia yang pintar, yang menerjemahkan sebuah sandi-sandi kamera yang sulit diterjemahkan. Ini juga sebuah pengobatan yang baik bagi orang tua yang lemah penglihatannya, dan orang tua menulis kecil dalam mata mereka.”
Syair al-Hamids itu telah mematahkan klaim peradaban Barat sebagai penemu kacamata pertama.
Pada puisi ketiga, penyair Muslim legendaris itu mengatakan, “Benda ini tembus cahaya (kaca) untuk mata dan menunjukkan tulisan dalam buku, tapi ini batang tubuhnya terbuat dari batu (rock)”.
Selanjutnya dalam dua puisi, al-Hamids menyebutkan bahwa kacamata merupakan alat  pengobatan yang terbaik bagi orang tua yang menderita cacat/memiliki penglihatan yang lemah. Dengan menggunakan kacamata, papar al-Hamdis, seseorang akan melihat garis pembesaran.
Dalam puisi keempatnya, al-Hamdis mencoba menjelaskan dan menggambarkan kacamata sebagai berikut: “Ini akan meninggalkan tanda di pipi, seperti sebuah sungai”. Menurut penelitian Lutfallah, penggunaan kacamata mulai meluas di dunia Islam pada abad ke-13 M. Fakta itu terungkap dalam lukisan, buku sejarah, kaligrafi dan syair.
Dalam salah satu syairnya, Ahmad al-Attar al-Masri telah menyebutkan kacamata. “Usia ua datang setelah muda, saya pernah mempunyai penglihatan yang kuat, dan sekarang mata saya terbuat dari kaca.” Sementara itu,sSejarawan al-Sakhawi, mengungkapkan,  tentang seorang kaligrafer Sharaf Ibnu Amir al-Mardini (wafat tahun 1447 M). “Dia meninggal pada usia melewati 100 tahun; dia pernah memiliki pikiran sehat dan dia melanjutkan menulis tanpa cermin/kaca. “Sebuah cermin disini rupanya seperti lensa,” papar al-Sakhawi.
Fakta lain yang mampu membuktikan bahwa peradaban Islam telah lebih dulu menemukan kacamata adalah pencapaian dokter Muslim dalam ophtalmologi, ilmu tentang mata.   Dalam karanya tentang ophtalmologi, Julius Hirschberg , menyebutkan, dokter spesialis mata Muslim tak menyebutkan kacamata.  ”Namun itu tak berarti bahwa peradaban Islam tak mengenal kacamata,” tegas Lutfallah. desy susilawati
Eropa dan Penemuan Kacamata

Roger Bacon
Pada abad ke-13 M, sarjana Inggris, Roger Bacon (1214 M – 1294 M), menulis tentang kaca pembesar dan menjelaskan bagaimana membesarkan benda menggunakan sepotong kaca. “Untuk alasan ini, alat-alat ini sangat bermanfaat untuk orang-orang tua dan orang-orang yang memiliki kelamahan pada penglihatan, alat ini disediakan untuk mereka agar bisa melihat benda yang kecil, jika itu cukup diperbesar,” jelas Roger Bacon.
Beberapa sejarawan ilmu pengetahuan menyebutkan Bacon telah mengadopsi ilmu pengetahuannya dari ilmuwan Muslim, Ibnu al-Haitam. Bacon terpengaruh dengan kitab yang ditulis  al-Haitham berjudul Ktab al-Manazir Kitab tentang Optik. Kitab karya al-Haitham itu ternyata telah  diterjemahkan ke dalam bahasa Latin.
Ide pembesaran dengan bentuk kaca telah dicetuskan jauh sebelumnya oleh al-Haitham. Namun, sayangnya dari beberapa bukti yang ada, penggunaan kaca pembesar untuk membaca pertama disebutkan dalam bukunya Bacon.
Julius Hirschberg
Julius Hirschberg, sejarawan ophthalmologi (ilmu pengobatan mata), menyebutkan dalam bukunya, bahwa perbesaran batu diawali dengan penemuan kaca pembesar dan barulah kacamata tahun 1300 atau abad ke-13 M. “Ibnu al-Haitham hanya melakukan penelitian mengenai pembesaran pada abad ke – 11 M,” cetusnya Hirschberg.
Kacamata pertama disebutkan dalam buku pengobatan di Eropa pada abad ke-14 M. Bernard Gordon, Profesor pengobatan di Universitas Montpellier di selatan Perancis, mengatakan di tahun 1305 M tentang tetes mata (obat mata) sebagai alternatif bagi orang-orang tua yang tidak menggunakan kacamata.
Guy de Chauliac

Tahun 1353 M, Guy de Chauliac menyebutkan jenis obat mata lain untuk menyembuhkan mata, dia mengatakan lebih baik menggunakan kacamata jika obat mata tidak berfungsi.
Selain para ilmuwan di atas, adapula tiga cerita yang berbeda disebutkan oleh sarjana Italia, Redi (wafat tahun 1697). Cerita pertama, disebutkan dalam manuskrip Redi tahun 1299 M. Disebutkan dalam pembukaan bahwa pengarang adalah orang yang sudah tua dan tidak bisa membaca tanpa kacamata, yang ditemukan pada zamannya.
Cerita kedua, juga diceritakan oleh Redi, menunjukkan bahwa kacamata disebutkan dalam sebuah pidato yang jelas tahun 1305 M, dimana pembicara mengatakan bahwa perlatan ini ditemukan tidak lebih cepat dari 20 tahun sebelum pidato tersebut diungkapkan.
Cerita ketiga, menyebutkan bahwa biarawan (the monk) Alexander dari Spina (sebelah timur Itali) belajar bagaimana menggunakan kacamata. Dia wafat tahun 1313 M.
Akhirnya tiga versi cerita berbeda tersebut menyebarluas, karena banyak buku lain yang mengadopsi cerita-cerita yang disebutkan Redi setelah dia wafat. Namun, beberapa sejarahwan ilmu pengetahuan mengatakan bahwa Redi telah membuat cerita bohong dan mereka tidak percaya.
Bahkan, dalam buku Julius Hirschberg, juga disebutkan tentang cerita Redi itu, ditulis antara tahun 1899 dan 1918 di Jerman dan banyak informasi yang sudah tua dan banyak yang diperbaharui. Buku tersebut kemudian diterjemahkan (tanpa revisi) ke dalam bahasa Inggris dan dipublikasikan tahun 1985. Hasilnya, cerita Redi menyebar di Inggris, artikel penelitian itu ditolak kebenaran ceritanya dan ini ditolak Julius Hirschberg.
Beberapa cerita bohong lain juga ditulis oleh seorang jurnalis di pertengahan abad ke 19 M. Dia mengklaim Roger Bacon merupakan penemu kacamata seperti. Bahkan ia juga menyebutkan bahwa biarawan (the Monk) Alexander juga telah diajarkan Roger Bacon bagaimana menggunakan kacamata. Kabar ini tentu saja dengan cepat menyebar.
Kebohongan lain juga terlihat pada sebuah nisan. Seorang pengarang menunjukkan bahwa sebuah nisan di kuburan Nasrani yang berada di gereja, tertulis sebuah kalimat, “disini beristirahat Florence, penemu kacamata, Tuhan mengampuni dosanya, tahun 1317″. Masih banyak cerita atau mitos lainnya tentang penemu dan pembuatan kacamata di Eropa. Semua mengklaim sebagai penemu pertama alat bantu baca dan melihat itu.

PENTINGNYA MELINDUNGI MATA DARI PAPARAN SINAR UV

 Bismillahirohmanirrohim
Menurut sejarah, dulu kacamata hitam pertama kali digunakan oleh bangsawan Cina sekitar abad ke-14. Pada masa itu, kacamata hitam memang digunakan untuk menunjang penampilan mereka. Wwallohualam. Tapi sekarang, fungsi utama kacamata hitam adalah untuk menjaga kesehatan mata kita dari bahaya sinar ultraviolet.

Manfaatnya Buat Kesehatan Mata
Dari warna lensanya yang kecoklatan dan kehitaman, kita pasti bisa merasakan pandangan jadi lebih teduh ketika memakainya. Lebih khususnya, kacamata hitam melindungi mata kita dari:
  • Ultraviolet. Yang berpotensi merusak kornea dan retina mata. Radiasi sinar ini juga bisa menyebabkan penyakit katarak dan berkurangnya kemampuan fungsi mata.
  • Cahaya super terang. Saat mata kita terekspos sinar yang sangat terang, ini akan mengganggu fungsi retina kita.
  • Sinar yang berkilau, misalnya dari pantulan matahari di kaca atau permukaan air.

Tip Memilih Kacamata Hitam
Sekarang ini, sudah beredar banyak model kacamata berikut warna-warni lensanya. Meski keren-keren dan bikin kita pengin memiliki semuanya, coba cek yang berikut ini, saat memilih kacamata hitam:
  • Pastikan lensanya cukup gelap supaya mata kita bisa melihat lebih nyaman di kondisi cahaya yang sangat terang. Tapi, jangan sampai terlalu gelap dan akhirnya kelihatan redup.
  • Kalau kita banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, pilih lensa kacamata yang berwarna abu-abu atau kecoklatan.
  • Perhatikan juga lensanya. Kebanyakan kacamata hitam menggunakan lensa plastik yang lebih gampang tergores dibandingkan kaca. Pilih lensa kacamata yang bersih dari goresan.
  • Untuk mengecek apakah lensanya nyaman untuk mata kita atau tidak, coba deh, pakai kacamata yang kita taksir itu. Lalu, tataplah benda yang punya pola simetris seperti pola ubin. Kalau garisnya terlihat lurus saat kita menggerakkan kepala ke atas-bawah lalu kanan-kiri, berarti nggak ada masalah pada lensanya.
  • Agar lebih maksimal dalam melindungi dari bahaya sinar UV maka pakailah jenis lensa POLRAOID,
  • Bagi yang ga mau repot ganti kacamata ketika suasana pencahayaan kurang, misal di malam hari, maka lebih baik menggunakan jenis lensa TRANSITIONS, yaitu lensa yang akan berubah menjadi hitam ketika terkena sinar mataharin dan akan kembali menjadi bening ketika tidak terkenar sinar matahari.- SO

CARA MENCEGAH DAN MENGATASI RABUN JAUH-MYOPIA

Cara Mencegah dan Mengatasi Rabun Jauh (Myopia)

Myopia berasal dari bahasa Yunani yang artinya “Pandangan Dekat” (“nearsightedness”). Ini karena kerusakan mata yang menghasilkan fokus pandangan di depan retina.
Penderita Myopia bisa melihat benda dari jarak dekat dengan jelas. Namun pada jarak jauh benda tampak kabur sehingga membuat kepala menjadi pusing. Jika anak anda merasa pusing ketika melihat tulisan di papan tulis di ruangan kelasnya dan pandangannya kabur, kemungkinan dia menderita Myopia.
Para profesional perawatan mata, umumnya mengatasi masalah Myopia dengan penggunaan lensa (corrective lenses) seperti kacamata atau lensa kontak (contact lenses). Bisa juga diatasi dengan operasi refraktif seperti LASIK. Lensa koreksi memiliki ukuran kekuatan (power) negatif atau bisa disebut lensa minus untuk mengatasi mata myopia.
Myopia terbagi dalam 3 tingkatan:
  1. Myopia Rendah dengan dioptri mendekati 0 – -3.00
  2. Myopia Sedang dengan dioptri -3.00 – -6.00
  3. Myopia Tinggi dengan Dioptri -6 hingga ke bawah (-10).
Diperkirakan penderita Myopia antara 800 juta hingga 2,3 milyar (ini karena jarang ada yang merasa menderita Myopia). Di negara-negara seperti Cina, India, dan Malaysia, 41% dari orang dewasa menderita Myopia hingga -1.00.
Terlampau sering membaca, apalagi dengan jarak yang terlalu dekat hingga cahaya yang terlalu gelap dapat menyebabkan anak menderita myopia. Begitu pula berbagai pekerjaan yang mengharuskan melihat benda dari jarak dekat seperti menjahit. Sebaliknya bermain atau olah raga di luar selama 2-3 jam dengan paparan sinar matahari (idealnya pagi) bisa mengurangi kemungkinan penyakit Myopia.
Para peneliti Australia menyimpulkan bahwa paparan pada sinar matahari bermanfaat untuk membatasi pertumbuhan bola mata yang bisa menyebabkan Myopia atau Rabun Jauh. Mereka membandingkan anak-anak dari negara maju seperti Australia dan Singapura. Anak-anak Singapura yang rata-rata hanya menghabiskan waktu 30 menit di luar rumah ternyata 90% mengidap Myopia sehingga harus memakai kacamata baik secara permanen atau pun temporer. Sementara anak-anak Australia yang menghabiskan waktu 2-3 jam untuk bermain di luar rumah hanya 20% yang menderita Myopia.http://sofyan-optikal.blogspot.com/2013/02/miopia.html Paparan sinar matahari di luar rumah bisa menambah dopamine pada mata yang dapat mencegah Myopia.
Jadi pencegahan penyakit Myopia dapat dilakukan sebagai berikut:
  1. Membaca jangan terlalu dekat (minimal sepanjang siku anda)
  2. Membacalah di ruangan yang cukup terang
  3. Jangan membaca sambil tiduran
  4. Hindari menonton TV/main play station terlalu dekat secara terus menerus
  5. Hindari memakai komputer dengan monitor terlampau dekat. Sekali-sekali pandanglah ke tempat yang jauh.
  6. Bermainlah di luar rumah selama 2-3 jam setiap hari dan lihat obyek yang jauh
  7. Berolahragalah agar otot-otot anda termasuk mata jadi kuat
  8. Makanlah makanan yang bermanfaat bagi mata anda seperti vitamin A, Beta Karotin, dan sebagainya.
Referensi:

TIPS MEMILIH WARNA FRAME KACAMATA

Tips Memilih Warna Frame Kacamata

Memilih warna frame kacamata mungkin adalah hal simple yang gampang-gampang susah untuk dilakukan. Apalagi dipasaran sekarang tersedia banyak sekali pilihan warna frame. ?Dari warna hitam yang tradisional, warna ungu dan pastel yang trendy, sampai warna pelangi yang aneh tapi menarik. Bagaimana sih memilih warna frame kacamata yang tepat itu ?
Warna frame yang tepat untuk setiap orang berbeda-beda. Yang paling baik adalah dengan menyesuaikan pada personality atau kepribadian anda sendiri. Berikut ini beberapa tips memilih warna frame kacamata yang tepat untuk Anda :

Sesuai warna kulit

Memilih warna frame kacamata sesuai warna kulit ada dua, yaitu apakah warna kulit anda cenderung termasuk kategori warna kulit cerah atau warna kulit gelap. Jika warna kulit anda termasuk warna kulit cerah, maka disarankan warna frame kacamata anda adalah warna gold, coklat, aqua dan tortoise.? Sebaliknya, jika warna kulit anda cenderung gelap, maka disarankan memilih warna frame kacamata perak, biru, hitam, ungu atau abu-abu.

Sesuai warna rambut

Memilih warna frame sebaiknya juga dengan melihat warna rambut Anda. Bagi anda yang memiliki rambut warna hitam, merah terang, silver atau warna cerah lain, maka disarankan memilih warna frame kacamata silver, biru metalik, atau pink. Sedangkan bagi pemilik warna rambut coklat, merah tua atau warna gelap lainnya, maka warna frame yang disarankan adalah warna gold, coklat dan warna tembaga (copper colors).

Sesuai warna mata

Faktor lain dalam memilih warna frame kacamata adalah dengan melihat warna mata anda. Bila anda memiliki warna mata kebiruan (blue shadow) maka warna frame yang disarankan adalah warna-warna hangat (warm color). Sedangkan bila warna mata anda cenderung kecoklatan, seperti umumnya warna mata orang Indonesia, maka pilihlah frame kacamata perak, biru, hitam, ungu atau abu-abu.

Sesuai warna pakaian

Bagi para penggemar mode (fashionista), yang paling mudah dan sering dilakukan dalam mencari warna frame kacamata adalah dengan me-mix and match-kan warna frame dengan warna pakaian yang dikenakan. Frame kacamata warna merah yang eye catching cocok dipakai jika anda memakai pakaian dengan corak warna hitam. abu-abu dan putih. Untuk warna pakaian selain warna tersebut, maka frame kacamata hitam adalah yang paling sesuai.

Warna frame kacamata universal

Warna frame kacamata universal dipakai jika anda tidak mau repot dengan aneka? pertimbangan di atas. Frame kacamata universal disebut juga rimless glasses. Yaitu frame dengan sebuah garis warna metal berukuran kecil di bagian atas dan tengah frame. Garis kecil ini akan memberi kesan metal pada lensa kacamata dan dianggap sesuai dengan aneka bentuk warna rambut, warnat kulit, warna mata ataupun warna pakaian.
Diatas segala pertimbangan warna frame kacamata diatas, haruslah dipahami bahwa kacamata adalah juga alat bantu penglihatan bagi pemakainya. Sehingga faktor kenyamanan dan kesehatan dalam berkacamata harus diutamakan. Memilih kacamata yang bijak adalah dengan selalu meng-combine antara kebutuhan kita akan kacamata yang nyaman dan sehat dengan keinginan kita untuk berkacamata dengan sentuhan fashion dan gaya.

Pengikut

Read more: http://www.tuliskan.com/2012/06/cara-membuat-fb-like-box-melayang.html#ixzz2X0kRsdSQ